Salin Artikel

Ibuprofen dan Parasetamol, Mana yang Efektif untuk Pasien Covid-19?

KOMPAS.com - Tidak semua pasien dengan gejala Covid 19 dapat dirawat di rumah sakit karena terbatasnya tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, pasien yang menunjukan gejala infeksi ringan, seperti demam dan batuk, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Jika dalam waktu seminggu tidak menunjukan tanda-tanda sembuh atau gejalanya semakin memburuk, maka pasien dapat mencari bantuan medis.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk pasien Covid-19. Pengobatan yang diberikan pun hanya sekadar untuk meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkannya.

Jadi, apa yang harus kita lakukan ketika memiliki gejala Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri?

Melansir Independent, layanan nasional kesehatan Inggris (NHS) pasien yang melakukan isolasi mandiri tidak diperbolehkan mengonsumsi antibiotik karena obat tersebut tidak digunakan untuk melawan viru.

Pasien dengan gejala Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri harus mengonsumsi banyak air, mencuci tangan secara teratur, dan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit setiap hari untuk mengobati gejala.

Farmakolog klinis Inggris, Patrick Vallance, juga menyarankan agar pasien dengan gejala Covid-19 menghindari konsumsi obat antiinflamasi seperti ibuprofen. Sebagai gantinya, pasien bisa mengonsumsi parasetamol.

Parasetamol dan Ibuprofen untuk pasien Covid-19

Di sisi lain, Public Health England mengatakan belum ada bukti ilmiah jika ibuprofen dapat meningkatkan gejala pada pasien Covid-19.

Selain itu, belum ada bukti konklusif bahwa menfonsumsi ibuprofen berbahaua bagi saluran pernapasan.

Oleh karena itu, pasien Covid-19 yang sebelumnya telah diresepkan obat antiinflamasi masih bisa mengonsumsi obat tersebut.

Dosen klinis senior dari Liverpool School of Tropical Medicine, mengatakan bahwa efek samping parasetamol lebih kecil dibandingkan ibuprofen jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Menurut NHS, obat antiinflamasi seperti ibuprofen dapat mengakibatkan gangguan pencernaan, sakit perut, sakir kepala, kantuk, reaksi alergi bahkan gangguan hati dan ginjal.

Tapi, efek tersebut hanya terjadi jika konsumsi dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Konsumsi parasetamol juga bisa mengakibatkan efek samping berupa munculnya kantuk dan kelelahan, ruam dan gatal-gatal. Pada anak-anak, parasetamol bisa mengakibatkan gula darah rendah dan tremor.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menganalisis efek obat antiinflamasi untuk pasien Covid-19.

Oleh karena itu, pasien Covid-19 dengan gejala ringan masih bisa mengonsumsi ibuprofen atau parasetamil untuk meringankan gajala ringan seperti demam dan sakit kepala.

Namun, konsumsi obat-obatan tersebut harus sesuai dengan intruksi label dan tidak boleh melebihi dosis yang telah disarankan.

https://health.kompas.com/read/2020/04/02/100000868/ibuprofen-dan-parasetamol-mana-yang-efektif-untuk-pasien-covid-19-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.