Salin Artikel

Bukan Hanya Diabetes, Gula Juga Bisa Sebabkan Darah Tinggi

KOMPAS.com – Selama ini banyak orang telah menyadari konsumsi gula berlebih dapat memicu penyakit diabetes mellitus (DM).

Pasalnya, gula merupakan karbohidrat yang mengandung glukosa.

Pada jumlah yang normal, glukosa pada makanan akan diserap oleh tubuh melalui usus dan dipecah menjadi energi.

Namun, jika asupannya berlebih atau tidak digunakan untuk melakukan aktivitas, kandungan glukosa tidak akan dipecah dan menumpuk.

Sementara itu, tekanan darah tinggi atau hipertensi selama ini lebih erat dikaitkan dengan dampak dari konsumsi garam berlebih.

Padahal, gula dapat juga berpangaruh pada hipertensi.

Alasan gula sebabkan hipertensi

Ada beragam alasan gula dapat menjadi penyabab hipertensi.

Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Gula dapat merampas magnesium

Melansir Buku Bebas Hipertensi Tanpa Obat (2012) oleh Lanny Lingga, PhD, gula merupakan antinutrisi yang merampas sejumlah mineral penting, terutama magnesium.

Padahal, defisiensi magnesium adalah salah satu faktor penyebab kenaikan tekanan darah.

2. Gula dapat merampas komium

Gula juga dapat merampas cadangan komium sehingga memicu peningkatan level glukosa yang pada gilirannya menyebabkan tekanan darah tinggi.

3. Ganggu produksi serotonin dan picu peningkatan hormon stres

Pasokan gula yang berlebihan terhadap sel otak dapat menganggu keseimbangan neurotransmitter.

Kelebihan gula membuat triptofan yang seharusnya bekerja memproduksi serotonin terganggu.

Selain itu, gula juga dapat menyebabkan peningkatan hormon stres.

Peningkatan kortisol dan kortikotropin yang dibarengi dengan penurunan serotonin tersebut dapat memicu kenaikan tekanan darah.

4. Gula sumber diabetes

Diabetes adalah salah satu faktor risiko yang dapat menjadi penyebab hipertensi.

Kondisi ini bisa disebut dengan aterosklerosis.

Pada aterosklerosis, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab hipertensi pada penderita diabetes.

5. Menghambat nitrit oksida

Melansir Medical News Today, gula fruktosa, khususnya, dapat meningkatkan asam urat yang pada gilirannya bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghambat oksida nitrat (NO) di pembuluh darah.

NO dianggap sebagai vasodilator terpenting dan membantu pembuluh darah mempertahankan elastisitasnya.

Penekanan NO menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Pemilihan gula harus tepat

Selama menjalani diet antihipertensi, Anda dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula meja.

Gula kerap disebut sebagai makanan berkalori kosong (empty calorie) yang tidak memberi makan kepada sel tubuh.

Saat mengonsumsi gula, Anda hanya akan mendapat pasokan glukosa tanpa nutrisi lainnya.

Jadi, anjuran untuk membatasi gula tidak hanya untuk mereka yang memiliki persoalan diabetes, tapi juga hipertensi dan bisa berlaku bagi semua orang.

Mungkin sulit bagi Anda untuk menjalani kebiasaan baru mengurangi atau menjauhi gula.

Sebagai langkah awal, Anda peru melatih diri untuk membatasi konsumsi gula meja, sirup, dan segala menu makanan yang mengandung gula pasir dan sirup gula (sirup fruktosa).

Jika selama ini Anda termasuk penggemar makanan dan minuman manis, kurangilah jumlahnya sedikit demi sedikit demi kesehatan.

Namun, tentu bakal lebih baik jika Anda dapat menghindari makanan tersebut sama sekali.

Anda tidak perlu kecewa, masih ada gula lain yang relatif sehat untuk Anda konsumsi jika menginginkan makanan atau minuman yang manis.

Alternatif rasa manis itu antara lain dapat diperoleh misalnya dari madu murni, gula kelapa, maupun gula aren.

Sejumlah studi klinis telah meneliti bahaya fruktosa sebagai pemicu kenaikan tekanan darah.

Kebiasaan mengonsumsi gula (fruktosa) dalam jumlah banyak pada penderita hipertensi dapat menjadi penyebab hipertensi kronis dan bahkan menyebabkan insiden kematian.

Sementara itu, gula tiruan bisa memiliki dampak yang jauh lebih buruk daripada gula meja.

https://health.kompas.com/read/2020/08/13/060000068/bukan-hanya-diabetes-gula-juga-bisa-sebabkan-darah-tinggi

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.