Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips Memilih Pelumas Seks yang Aman

Pelumas seks biasanya digunakan pasangan yang vaginanya kering atau telah memasuki masa menopause.

Ada juga pasangan yang menggunakan pelumas seks untuk menambah kenyamanan dan sensasi saat bercinta.

Melansir Healthline, di pasaran tersedia beberapa jenis pelumas seks, di antaranya berbahan dasar:

  • Air
  • Minyak
  • Silicone
  • Campuran
  • Alami

Dengan beragam jenis pelumas seks yang terdapat di pasaran, berikut panduan kapan perlu menggunakannya sampai tips memilih pelumas seks yang aman.

Kapan perlu menggunakan pelumas seks?

Pelumas seks dapat menggantikan fungsi cairan pelumas alami dari vagina.

Dengan begitu, seks bisa tetap nyaman dan tidak terganggu dengan kondisi vagina kering.

Dilansir dari Medical News Today, pelumas seks biasanya digunakan beberapa orang dengan beberapa kondisi, yakni:

  • Orang yang menjalani pengobatan dan berdampak vagina kering
  • Wanita yang baru melahirkan
  • Wanita jelang atau setelah menopause
  • Wanita yang mengalami nyeri atau gatal di vagina

Di luar kondisi tersebut, pelumas seks sah-sah saja digunakan untuk menunjang aktivitas bercinta.

Namun, menggunakan pelumas seks asal-asalan dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping berbahaya bagi vagina dan kesehatan reproduksi.

Berikut beberapa tips memilih pelumas seks yang aman:

  • Perhatikan kadar keasaman

Melansir Women's Voice, pilih pelumas seks dengan kadar keasaman (pH) seperti kondisi alami vagina, yakni berkisar antara 3,8 sampai 4,5.

Kadar keasaman pelumas seks di atas 4,5 dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada vagina.

  • Jangan pilih produk yang mengandung bahan kimia berbahaya

Sejumlah bahan kimia dalam pelumas seks dapat menjadi racun bagi jaringan vagina dan bakteri baik yang hidup di organ reproduksi.

Paparan bahan kimia berbahaya tersebut dapat menimbulkan iritasi, risiko infeksi bakteri, sampai kanker.

Beberapa bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan vagina di antaranya chlorhexidine gluconate, paraben, cyclomethicone, cyclopentasiloxane, dan cyclotetrasiloxane

Hindari juga bahan yang bisa memicu iritasi seperti gliserin, nonoxynol-9, petroleum, dan propilen glikol.

  • Hindari produk yang mengandung pewangi

Perasa atau pewangi dalam produk pelumas seks juga termasuk bahan kimia yang perlu dihindari.

Bahan kimia dalam pewangi pelumas seks rentan mengandung karsinogenik dan bisa menjadi alergen.

Demi kesehatan organ reproduksi, hindari segala jenis produk pelumas seks yang mengandung pewangi dan perasa.

https://health.kompas.com/read/2020/08/29/210200068/tips-memilih-pelumas-seks-yang-aman

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+