Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Meningioma (Tumor Selaput Otak): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Meskipun secara teknis bukan tumor otak, meningioma termasuk dalam kategori penyakit ini karena dapat menekan otak, saraf, dan pembuluh darah yang berdekatan.

Pada umumnya, meningioma tergolong tumor jinak yang berkembang sangat lambat, bahkan tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun.

Tapi, pada beberapa kasus, dampak meningioma pada jaringan otak, saraf dan pembuluh darah, bisa menyebabkan kecacatan yang serius.

Gejala meningioma

Melasir Mayo Clinic, gejala yang muncul pada penderita meningioma dapat berbeda-beda tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.

Gejala meningioma mungkin pada awalnya tidak terlihat atau bisa juga muncul bertahap.

Beberapa gejala meningioma tersebut, antara lain:

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar tanda dan gejala meningioma berkembang perlahan, tetapi terkadang meningioma memerlukan perawatan darurat.

Temui dokter segera jika Anda memiliki:

  • Kejang tiba-tiba
  • Perubahan mendadak dalam penglihatan atau ingatan

Selain itu, buatlah juga janji bertemu dokter jika Anda terus mengalami kondisi yang dicurigai sebagai gejala meningioma, seperti sakit kepala yang semakin parah dari waktu ke waktu.

Dalam banyak kasus, karena meningioma tidak menyebabkan tanda atau gejala yang nyata, penyakit ini hanya bisa ditemukan dengan pemindaian.

Penyebab meningioma

Melansir WebMD, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab meningioma.

Tapi, ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih mungkin mengalami penyakit tumor selaput otak ini.

Apa saja faktor risikonya?

1. Paparan radiasi

Risiko seseorang terserang meningioma meningkat pada individu yang pernah mengalami radioterapi di kepala.

2. Penderita neurofibromatosis tipe 2

Neurofibromatosis tipe 2 adalah kelainan genenik yang mengakibatkan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf.

Cedera sebelumnya juga bisa menjadi faktor risiko meningioma, tetapi penelitian terbaru gagal untuk mengkonfirmasi hal ini.

Meningioma telah ditemukan di tempat-tempat di mana telah terjadi patah tulang tengkorak.

Tumor ini juga telah ditemukan di tempat-tempat di mana membran sekitarnya telah terluka.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara meningioma dan hormon progesteron.

Oleh sebab itu, wanita paruh baya diyakini memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengembangkan meningioma dibanding pria.

Kebanyakan meningioma terjadi antara usia 30 dan 70 tahun.

Kondisi medis ini sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Cara mengobati meningioma

Meningioma jarang didiagnosis sebelum mulai menimbulkan gejala.

Jika gejala menunjukkan kemungkinan tumor, dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk melakukan pemeriksaan lantutan dengan menggunakan alat MRI dan atau CT scan.

Pemeriksaan alat ini akan memungkinkan dokter untuk menemukan meningioma dan menentukan ukurannya.

Biopsi terkadang juga dapat dilakukan.

Dokter ahli bedah akan mengangkat sebagian atau seluruh tumor untuk menentukan apakah tumor itu jinak atau ganas.

Jika pertumbuhan tumor mengancam untuk menimbulkan masalah atau jika gejala mulai berkembang, pembedahan mungkin diperlukan.

Jika operasi diperlukan, kraniotomi biasanya akan dilakukan.

Prosedurnya melibatkan pengangkatan sepotong tulang dari tengkorak.
Ini diperlukan untuk memberi ahli bedah akses ke bagian otak yang terkena.

Dokter bedah kemudian mengangkat tumor.

Tulang yang diangkat pada awal prosedur kemudian diganti.

Lokasi meningioma akan menentukan seberapa mudah dijangkau oleh dokter bedah.

Apabila tidak dapat dijangkau melalui operasi, terapi radiasi dapat digunakan.

Radiasi dapat mengecilkan tumor atau membantu mencegahnya tumbuh lebih besar.

Radiasi juga dapat digunakan untuk membunuh sel kanker jika tumornya ganas.

https://health.kompas.com/read/2020/09/25/073100868/meningioma-tumor-selaput-otak---gejala-penyebab-dan-cara-mengobati

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke