Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menelan Sperma, Apakah Bisa Hamil?

Hal itu terkadang mengundang tanya di benak sejumlah pasangan, apakah menelan sperma bisa menyebabkan kehamilan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut sudah jelas. Menelan sperma tidak bisa membuat hamil.

Kenapa menelan sperma tidak bisa membuat hamil?

Dilansir dari Medical News Today, menelan sperma tidak bisa membuat wanita hamil karena sistem pencernaan tidak terhubung dengan sistem reproduksi.

Ketika seseorang menelan sperma, cairan reproduksi ini akan masuk ke sistem pencernaan, seperti yang dilalui makanan atau minuman.

Rute ini sama sekali tidak berhubungan dengan dengan saluran reproduksi dan organ reproduksi.

Wanita kemungkinan baru hamil ketika terjadi kontak penis dan vagina ketika sperma masuk ke dalam vagina dan organ reproduksi lainnya.

Itu sebabnya, secara biologis menelan sperma tidak bisa bikin hamil.

Hal yang perlu diingat, tidak semua hubungan seks bisa berujung kehamilan. Hubungan seks yang tidak bisa bikin hamil antara lain:

Bagaimana kehamilan bisa terjadi?

Air mani yang sehat mengandung jutaan sperma. Saat sperma membuahi sel telur, sel telur lantas bergerak menuju rahim untuk dibenamkan di sana.

Proses awal kehamilan ini ini disebut implantasi. Namun, tidak semua implantasi berhasil.

Agar implantasi berhasil dan berbuah kehamilan, sperma harus bisa membuahi sel telur dan sel telur yang telah dibuahi tersebut dapat tertanam di rahim.

Selain itu, hubungan seks juga harus dilakukan di masa subur atau sekitar waktu ovulasi untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Bahaya menelan sperma

Kendati sangat kecil atau nyaris mustahil seseorang bisa hamil karena menelan sperma, namun aktivitas ini memiliki risiko bagi kesehatan.

Melansir News-Medical, sperma bisa membawa virus dan bakteri yang dapat menular lewat cairan tubuh penderita yang terinfeksi.

Beberapa contoh virus dan bakteri yang bisa menular lewat sperma antara lain HIV, penyakit hepatitis B dan C, herpes, klamidia, dan gonore.

Risiko penularan penyakit menular seksual tersebut lebih tinggi jika ada luka terbuka di mulut, seseorang menderita radang gusi, dan gusi berdarah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hepatitis B lebih mudah menular apabila sperma dari penderita yang terinfeksi kontak langsung dengan orang yang memiliki luka terbuka di mulut.

Mengingat bahaya menelan sperma bisa berisiko bagi kesehatan, pertimbangkan ulang menelan sperma.

Orang yang tidak mengetahui dengan pasti status kesehatan partner seksnya, disarankan untuk menggunakan kondom untuk berhubungan seks.

https://health.kompas.com/read/2021/01/29/210200468/menelan-sperma-apakah-bisa-hamil-

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke