Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Perlu Memusuhi Sinar Matahari, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Kompas.com - 02/04/2025, 07:00 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

KOMPAS.com - Sinar matahari berperan penting dalam kesehatan fisik dan mental. Ini seharusnya menjadi keuntungan orang yang tinggal di negara tropis. Jadi, tak perlu memusuhi sinar matahari dan dapatkan manfaat maksimalnya.

Paparan sinar matahari memberikan vitamin D yang penting dan membantu meningkatkan segalanya mulai dari suasana hati dan tingkat energi, hingga membantu kita untuk tidur nyenyak di malam hari.

“Lebih dari 90 persen vitamin D kita berasal dari paparan sinar matahari. Kulit menyerap sinar ultraviolet-B, yang memicu konversi molekul kolesterol di kulit menjadi vitamin D3, bentuk aktif vitamin D,” papar Dr.Charles Garven seperti dikutip dari clevelandclinic.org.

Vitamin D yang cukup terkait erat dengan tulang yang kuat, sistem imun yang sehat, mood yang stabil, fungsi otot yang baik, hingga kesehatan jantung.

Cukup vitamin D juga sangat penting bagi anak-anak. Kurangnya aktivitas di luar rumah menyebabkan anak berisiko mengalami kekurangan vitamin D yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan di masa depan.

Baca juga: 4 Makanan Sumber Vitamin D Bisa Jadi Alternatif Paparan Sinar Matahari

Manfaat bagi mood

Ada alasan ilmiah mengapa hari yang cerah membuat kita ikut ceria.

"Sinar matahari tampaknya mengaktifkan bagian tertentu dari otak yang disebut kelenjar pineal, yang terkait dengan produksi serotonin dan neurotransmitter lainnya," ungkap Dr. Garven.

Serotonin adalah neurotransmitter yang membawa pesan antara sel-sel saraf dan ke seluruh tubuh. Zat kimia alami ini terkadang dikenal sebagai "hormon bahagia" karena efeknya pada suasana hati.

Paparan sinar matahari akan meningkatkan kadar serotonin, yang pada gilirannya, membantu meningkatkan suasana hati.

Di sisi lain, kekurangan serotonin dianggap berperan dalam kondisi seperti depresi dan kecemasan. Faktanya banyak orang di negara empat musim yang mengalami depresi di musim dingin karena tubuh mereka tidak terpapar sinar matahari.

Baca juga: Waspadai Efek Buruk Terbakar Sinar Matahari pada Mata

Cukup mendapat sinar matahari juga akan membantu kita tidur nyenyak. Jam internal tubuh, yang dikenal sebagai ritme sirkadian, bergantung pada sinar matahari alami agar tetap sinkron.

Saat mata kita terpapar cahaya, otak menerima pesan bahwa ia dapat berhenti memproduksi melatonin — salah satu hormon utama yang berkontribusi pada tidur. Karena itu, agar tubuh segar di pagi hari, segeralah buka jendela kamar agar sinar matahari masuk.

Baca juga: Makanan Tinggi Melatonin untuk Atasi Susah Tidur

Waktu ideal untuk berjemur

Dalam hal waktu, secara umum berjemur dapat dilakukan sebelum pukul 10.00 atau sesudah pukul 15.00. Namun, periode waktu ini bukanlah satu-satunya patokan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau