Salin Artikel

3 Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kelainan umum yang memengaruhi usus besar.

Tanda dan gejala IBS, termasuk kram perut, sakit perut, perut kembung, gas lambung, dan diare atau sembelit.

IBS merupakan kondisi terpisah dari penyakit radang usus dan tidak terkait dengan kondisi usus lainnya.

Irritable bowel syndrome dapat dipahami sebagai sekelompok gejala usus yang biasanya terjadi bersamaan.

Gejala IBS dapat bervariasi dalam tingkat keparahan dan durasi pada masing-masing orang.

Namun, gejala IBS rata-rata dapat bertahan setidaknya tiga bulan selama setidaknya tiga hari per bulan.

IBS dapat menyebabkan kerusakan usus dalam beberapa kasus. Namun, itu tidak umum terjadi.

IBS tidak meningkatkan risiko kanker gastrointestinal, tetapi masih dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada hidup seseorang.

Gejala IBS

Melansir Mayo Clinic, tanda dan gejala IBS berbeda-beda tetapi kebanyakan muncul dalam waktu yang lama.

Gejala IBS yang paling umum terjadi, meliputi:

Gejala lain yang sering dikaitkan dengn IBS, termasuk perut kembung, peningkatan gas lambung, atau lendir pada tinja.

Kapan harus ke dokter dengan kecurigaan IBS?

Lebih baik temui dokter jika Anda mengalami perubahan terus-menerus dalam kebiasaan BAB atau tanda atau gejala IBS lainnya.

Tanda dan gejala tersebut mungkin saja menunjukkan kondisi yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Diagnosis IBS

Melansir Health Line, dokter Anda mungkin dapat mendiagnosis IBS berdasarkan gejala yang Anda alami.

Dokter mungkin juga mengambil satu atau lebih dari langkah-langkah berikut untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala Anda:

  • Memastikan bahwa apakah Anda sudah menerapkan pola makan tertentu atau menghindari makanan tertentu selama jangka waktu tertentu untuk menyingkirkan alergi makanan
  • Periksakan sampel tinja untuk menyingkirkan infeksi
  • Menjalani tes darah untuk memeriksa anemia dan menyingkirkan penyakit celiac
  • Melakukan kolonoskopi

Kolonoskopi biasanya hanya dilakukan jika dokter Anda mencurigai bahwa gejala Anda disebabkan oleh kolitis, penyakit radang usus (penyakit Crohn), atau kanker.

Bagi sebagian orang, perubahan pola makan dapat membantu meringankan gejala IBS.

Karena gejala IBS bervariasi di antara orang-orang dengan kondisi tersebut, pendekatan untuk perubahan pola makan cenderung perlu bervariasi.

https://health.kompas.com/read/2021/02/15/080700568/3-gejala-irritable-bowel-syndrome-ibs-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.