Salin Artikel

Amankah Vaksin Covid-19 untuk Pasien Kanker?

KOMPAS.com - Memiliki penyakit kronis seperti kanker membuat kita berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat paparan virus corona.

Oleh karena itu, vaksin Covid-19 nampaknya sangat dibutuhkan untuk orang-orang yang memiliki penyakit tersebut.

Bahkan, beberapa ahli pun menganjurkan pasien kanker yang berusia dewasa melakukan vaksinasiCovid-19.

Ahli onkologi Halle Moore juga menyarankan pasien kanker menjadi salah satu kelompok prioritasyang menerima vaksin.

"Namun, pasien kanker harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi Covid-19," tambahnya.

Terdapat faktor-faktor tertentu yang harus dipertimbangkan oleh penderita kanker sebelum mendapatkan vaksin Covid-19, salahsatunya perawatan yang sedang dijalani.

Pengaturan waktu vaksin dan pengobatan kanker

Jika akan melalukan vaksinasi, pasien kanker perlu menunda beberapa perawatan kanker yang tidak mendesak hingga vaksinasi selesai.

Namun, hal itu tergantung pada jenis pengobatan kanker yang mungkin pernah atau sedang diterima pasien, serta berbagai pertimbangan khusus lainnya.

Moore juga mengatakan jenis perawatan yang dilakukan pasien kanker juga menentukan waktu terbaik untuk melakukan vaksinasi.

Berikut aturan dalam pemberian vaksin Covid untuk pasien kanker berdasarkan jenis perawatan:

1. Kemoterapi

Untuk pasien kanker yang menerima kemoterapi, Moore mengatakan tetap bisa menerima vaksinasi tanpa meninggalkan sesi kemo.

"Tetapi karena vaksin dapat menyebabkan demam dalam 24 hingga 48 jam pertama, lebih baik menerima vaksin pada saat jumlah darah putih diperkirakan tidak akan rendah," ucap Moore.

Demam yang terjadisaat jumlah darah rendah bisa memerlukan penanganan medis serius.

Dalam beberapa kasus, penundaan vaksinasi bisa menjadi jalan terbaik sampai perawatan kemoterapi yang intensif selesi dilakukan. Misalnya, terapi induksi untuk leukimia akut.

2. Imunoterapi

Untuk sebagian besar pasien kanker yang menerima imunoterapi, tidak masalah melakukan vaksinasi disertai perawatan tersebut.

3. Obat steroid

Kortikosteroid dapat mengurangi respons terhadap vaksinasi COVID-19.

Jika pasien kanker memerlukan kortikosteroid sebagai bagian dari pengobatannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter waktu vaksinasi yang tepat.

4. Perawatan hormonal

Perawatan endokrin atau hormonal untuk kanker termasuk tamoxifen, penghambat aromatase, analog LHRH dan anti-androgen diharapkan tidak mengubah keamanan atau efektivitas vaksin.

5. Perawatan IVIG

Untuk sebagian besar pasien kanker yang menerima IVIG, tidak masalah untuk melanjutkan vaksinasi tanpa menghentikan terapi IVIG.

6. Terapi radiasi

Sebagian besar pasien kanker yang menerima terapi radiasi juga bisa melakukan vaksinasi tanpaperlu menghentikan terapi.

7. Operasi

Pasien kanker yang melakukan operasi sebaiknya hindari vaksinasi dengan waktu yang terlalu dekat dengan jadwal operasi.

Pasalnya, vaksin bisa memicu demam dalam 24 hingga 48 ham pertama.

Hal ini juga bisa mengakibatkan pembatalan operasi.

Bagi mereka yang menjalani splenektomi, Anda harus menerima dosis vaksin pertama setidaknya dua minggu atau lebih sebelum operasi jika memungkinkan.

https://health.kompas.com/read/2021/02/25/120700268/amankah-vaksin-covid-19-untuk-pasien-kanker-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.