Salin Artikel

6 Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar dengan Alami dan Obat

Setiap orang bisa buang air besar setiap hari, dua hari sekali, bahkan ada yang dua kali sehari.

Susah buang air besar disebut konstipasi atau sembelit apabila frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu.

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, susah buang air besar bisa terjadi saat usus besar menyerap terlalu banyak air dari kotoran.

Hal itu bisa membuat kotoran buang air besar jadi keras dan sulit dikeluarkan dari tubuh.

Sebagian kasus susah buang air besar atau sembelit ringan sampai sedang umumnya bisa diatasi dengan perawatan di rumah.

Namun, untuk kasus yang sudah parah, penderita membutuhkan obat atau perawatan medis dari dokter.

Berikut beberapa cara mengatasi susah buang air besar secara alami dan pakai obat yang bisa dijajal:

1. Makan makanan berserat tinggi

Melansir Healthline, mengonsumsi makanan berserat tinggi bisa mengatasi susah buang air besar.

Saat sembelit datang, coba makan banyak sayur dan buah, nasi merah, kacang-kacangan, atau roti gandum.

Untuk memudahkan kinerja pencernaan saat mengonsumsi makanan berserat tinggi, imbangi dengan minum banyak air putih.

2. Minum air putih

Hidrasi yang tepat juga merupakan salah satu cara mengatasi susah air besar.

Minum air putih delapan gelas sehari umumnya bisa membuat buang air besar lancar setiap hari.

Jika susah buang air besar atau sembelit kambuh, coba minum air putih lebih banyak atau minimal cukupi kebutuhan air putih per hari.

Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, cokelat, atau minuman berenergi saat sembelit kambuh.

3. Buang air besar dengan posisi jongkok

Cara mengatasi susah buang air besar yang bisa dijajal lainnya yakni ubah posisi buang hajat dari duduk jadi jongkok.

Jika menggunakan kloset duduk, bawa bangku kecil untuk mengganjal kedua kaki sehingga tubuh bisa berada dalam posisi setengah jongkok.

Posisi jongkok dapat membantu memudahkan buang air besar tanpa perlu banyak mengejan.

4. Olahraga

Olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang juga bisa mengatasi susah buang air besar.

Olahraga dapat mendorong pergerakan usus dengan meningkatkan aliran darah ke seluruh perut.

5. Konsumsi suplemen serat

Apabila sudah makan banyak makanan tinggi serat tapi susah buang air besar tak kunjung hilang, coba konsultasikan ke dokter untuk perlu tidaknya mengonsumsi suplemen serat.

Suplemen serat umumnya dapat membantu mengatasi susah buang air besar kronis.

6. Gunakan obat pencahar

Obat pencahar juga bisa digunakan untuk mengatasi susah buang air besar yang bersifat kronis.

Terdapat beberapa jenis obat pencahar untuk susah buang air besar yakni pencahar stimulan, pencahar osmotik, atau pencahar pelumas.

Obat pencahar stimulan dirancang untuk memaksa buang air besar dengan menekan usus. Conton obat ini yakni bisacodyl (Dulcolax, Ducodyl, Correctol) dan senna-sennosides (Senokot).

Sedangkan obat pencahar osmotik bekerja dengan memindahkan cairan melalui usus besar, dengan begitu kotoran jadi lebih mudah keluar dari tubuh.

Contoh obat ini antara lain magnesium hidroksida (Magnesia), polietilen glikol (MiraLAX), magnesium sitrat, laktulosa (Kristalose), polietilen glikol (Golytely, Nulytely).

Sementara itu, pencahar pelumas bekerja seperti pelicin untuk dinding usus. Dengan begitu, kotoran jadi lebih lancar bergerak di usus dan mudah keluar dari tubuh.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker terkait jenis obat pencahar paling tepat untuk mengatasi susah buang air besar Anda.

Anda juga wajib berkonsultasi ke dokter jika masih sembelit padahal beragam cara mengatasi buang air besar di atas sudah dijajal.

https://health.kompas.com/read/2021/03/09/060100368/6-cara-mengatasi-susah-buang-air-besar-dengan-alami-dan-obat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Health
Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Health
6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

Health
5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Health
4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health
4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

Health
Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Health
8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Health
Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Health
Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Health
Apa Itu Kolesterol?

Apa Itu Kolesterol?

Health
5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

Health
Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Health
Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Health
9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

Health
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.