Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Pertolongan Pertama dan Pengobatan Demam Berdarah (DBD)

Penyakit ini bisa berdampak fatal apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat atau terlambat ditangani.

Sebelum mengulas pertolongan pertama dan pengobatan demam berdarah, kenali dulu beberapa gejalanya.

Gejala demam berdarah (DBD)

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, setelah terinfeksi virus dengue, penderita biasanya mengalami gejala DBD seperti:

Beberapa orang terkadang tidak menyadari sedang menderita sakit DBD, lantaran gejala penyakitnya timbul tenggelam.

Salah satunya karena fase demam berdarah ditandai dengan grafik suhu tubuh yang mirip pelana kuda.

Pada fase awal, penderita mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Begitu memasuki fase kritis, demam yang semula menjadi tanda utama penyakit sembuh atau suhu tubuh turun dengan sendirinya.

Di fase ini, banyak orang lengah dan menganggap penyakit sudah sembuh. Padahal, fase ini rentan terjadi syok yang berdampak fatal sehingga Anda perlu ekstra waspada.

Pertolongan pertama demam berdarah

Apabila ditemukan gejala demam berdarah (DBD), ada baiknya setiap orang waspada dan memberikan pertolongan pertama pada penderita yang sakit.

Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, pertolongan pertama demam berdarah yakni:

  1. Arahkan penderita untuk bed rest atau tirah baring selama demam
  2. Berikan obat penurun demam yang biasa diminum dan aman bagi lambung
  3. Berikan kompres hangat
  4. Berikan banyak cairan, arahkan penderita untuk minum sebanyak 1-2 liter per hari. Semua cairan diperbolehkan kecuali cairan yang berwarna cokelat dan merah seperti es kopi, susu cokelat, sirup merah
  5. Bila terjadi kejang, jaga lidah agar tidak tergigit dan hindari memberikan apa pun lewat mulut selama kejang

Apabila penderita sudah diberikan pertolongan pertama demam berdarah tapi panas tidak kunjung turun disertai gejala DBD lainnya (muncul bintik merah, muntah, gelisah, mimisan), segera bawa penderita ke dokter.

Cara mengobati demam berdarah

Cara mengobati demam berdarah disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan tingkat keparahan penyakit.

Tidak semua pasien DBD perlu diopname atau dirawat inap di rumah sakit. Terkadang, dokter merekomendasikan pasien untuk berobat jalan.

Cara mengobati demam berdarah untuk pasien rawat jalan yang biasanya direkomendasikan dokter, antara lain:

  • Arahkan penderita untuk bed rest atau tirah baring selama demam
  • Pemberian obat penurun demam atau kompres hangat apabila diperlukan
  • Pemberian cairan dan elektrolit, jus buah, susu, dan air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi

Selama penderita menjalani pengobatan, dokter biasanya tetap memantau suhu tubuh, kadar trombosit, sampai hematokrit penderita DBD.

Setelah demam turun, pasien DBD akan tetap dipantau setidaknya selama dua hari. Hal itu untuk mencegah komplikasi pendarahan yang berujung syok.

Segera bawa penderita DBD ke rumah sakit apabila muncul gejala syok seperti sakit perut parah, kotoran BAB berwarna hitam, mimisan, pendarahan gusi, atau keluar keringat dingin.

https://health.kompas.com/read/2021/05/27/060100668/5-pertolongan-pertama-dan-pengobatan-demam-berdarah-dbd-

Close Ads
Selamat, Kamu Pembaca Terpilih!
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari.

Mengapa bergabung dengan membership Kompas.com+?

  • Baca semua berita tanpa iklan
  • Baca artikel tanpa pindah halaman
  • Akses lebih cepat
  • Akses membership dari berbagai platform
Pilihan Tepat!
Kami siap antarkan berita premium, teraktual tanpa iklan.
Masuk untuk aktivasi
atau
Bagikan artikel ini melalui
Oke