Salin Artikel

4 Buah yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

KOMPAS.com - Bagi penderita diabetes, mengontrol kadar gula dalam darah memang hal yang cukup penting.

Oleh karena itu, biasanya mereka sangat memperhatikan asupan gula dalam makanan harian mereka, termasuk buah yang dikonsumsi.

Selama ini, buah memang dikenal sebagai makanan yang sangat baik untuk tubuh karena berbagai kandungan nutrisi di dalamnya.

Namun, ternyata ada beberapa buah yang ternyata mengandung gula cukup tinggi.

Berikut ini beberapa jenis buah yang sebaiknya dihindari oleh para penderita diabetes, seperti dilansir dari Medical News Today.

Indeks glikemik (GI) menunjukkan seberapa banyak makanan tertentu dapat meningkatkan gula darah seseorang setelah mereka memakannya.

Jika suatu makanan memiliki skor GI antara 70 dan 100, makanan tersebut tinggi gula.

Beberapa buah dengan skor dalam kisaran ini meliputi:

Buah-buahan ini masih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Namun, mereka harus membatasinya dalam jumlah sedang.

Mengonsumsi buah-buahan dalam porsi besar yang memiliki skor GI lebih rendah mungkin lebih cocok untuk penderita diabetes.

Beberapa buah yang memiliki skor GI rendah antara lain:

Menurut Diabetes UK , jumlah karbohidrat yang dimakan seseorang memiliki dampak paling besar pada kadar gula darah mereka.

Jika seseorang mengikuti diet rendah karbohidrat, mereka harus mengidentifikasi kadar karbohidrat dalam makanan mereka, termasuk dalam hal buah.

Beberapa buah mengandung karbohidrat yang tinggi.antara lain apel, pisang, mangga, jeruk, atau kurma.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa minum jus buah dapat meningkatkan kadar gula darah seseorang secara cepat.

Namun, hal berbeda ketika seseorang mengonsumsi buah utuh.

Kombinasi serat dan gula sederhana dalam buah memperlambat penyerapan gula ke dalam darah ketika seseorang makan buah utuh.

Sebuah makalah penelitian berjudul “Fruit consumption and risk of type 2 diabetes: results from three prospective longitudinal cohort studies” melihat bagaimana konsumsi buah mempengaruhi kemungkinan seseorang akan terkena diabetes tipe 2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak buah utuh cenderung tidak mengalami kondisi tersebut.

Orang yang minum jus buah dalam jumlah yang lebih besar lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Selain itu, studi lain tahun 2017 berjudul “Fresh fruit consumption in relation to incident diabetes and diabetic vascular complications: A 7-y prospective study of 0.5 million Chinese adults” menemukan bahwa konsumsi buah segar mengurangi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.

Mereka juga menemukan bahwa penderita diabetes yang makan buah segar secara teratur memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskula.

Buah yang dikeringkan dengan tambahan gula menjadi hal yang harus dihindari oleh penderita diabetes.

Hal ini disebabkan, kadar gula dalam buah akan semakin bertambah dan dapat melonjakkan kadar gula dalam darah.

Meskipun demikian, buah kering yang tidak ada tambahan gula masih aman dikonsumsi.

Sebuah studi berjudul “Nuts and Dried Fruits: An Update of Their Beneficial Effects on Type 2 Diabetes” menemukan korelasi positif antara makan kacang dan buah kering dalam pencegahan terhadap diabetes tipe 2.

The American Diabetes Association (ADA) mengonfirmasi bahwa buah kering bisa menjadi pilihan yang baik bagi penderita diabetes, tetapi mereka harus memperhatikan porsi yang dikonsumsi.

https://health.kompas.com/read/2021/06/23/180200968/4-buah-yang-harus-dihindari-penderita-diabetes

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.