Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

11 Penyebab Sakit Tenggorokan, Bukan Hanya Gejala Covid-19

KOMPAS.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa sakit tenggorokan kini bisa menjadi salah satu gejala Covid-19.

Tapi tetap saja, Covid-19 bukan satu-satunya penyebab sakit tenggorkan yang bisa terjadi.

Lagi pula, orang yang positif Covid-19 telah dilaporkan tidak selalu mengalami sakit tenggorokan.

Meski demikian, di masa pandemi Covid-19 ini, orang-orang yang mengalami sakit tenggorokan terlebih dengan kecurigaan disebabkan oleh infeksi virus corona, memang akan sangat baik jika mau melakukan tes dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penulaan virus corona.

Sama seperti pada keluhan lainnya, deteksi dini penyebab sakit tenggorokan bisa sangat membantu dalam proses pengobatan dan kesembuhan.

Penyebab sakit tenggorokan

Ada bermacam-macam penyebab sakit tenggorokan yang bisa menimbulkan gejala berupa nyeri, kering, perih, hingga terasa terbakar di tenggorokan.

Gejala ini pun terkadang bisa semakin menyakitkan saat penderita sedang menelan makanan atau minuman.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan, bukan hanya gejala Covid-19:

1. Gejala Covid-19

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, gejala yang berkembang dengan Covid-19 dapat bervariasi pada masing-masing orang.

Sakit tenggorokan bisa menjadi salah satu gejala Covid-19 itu.

Tapi, pada titik ini, belum didokumentasikan dengan baik kapan tepatnya sakit tenggorokan akan terjadi selama infeksi.

Para peneliti masih terus mempelajari berbagai hal terkait perkembangan gejala Covid-19.

Meski demikian, sakit tenggorokan sementara dilaporkan bukan menjadi gejala Covid-19 yang sangat umum.

Gejala Covid-19 yang lebih umum termasuk:

2. Flu atau influenza

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Infeksi virus ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Sama seperti Covid-19, gejala flu bisa ringan atau parah.

Bersamaan dengan sakit tenggorokan, seseorang yang menderita flu bisa mengalami beberapa gejala berikut:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau badan pegal-pegal
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat
  • Mual dan muntah

Gejala di atas biasanya muncul 2-3 hari setelah terinfeksi virus influenza. Gejala ini sering kali dapat hilang dalam waktu kurang dari sepekan, terkecuali batuk dan rasa lemas yang bisa berlangsung hingga beberapa minggu.

Vaksin flu tahunan adalah salah satu cara pencegahan yang paling baik untuk influenza.

3. Common cold

Gejala selesma atau common cold hampir serupa dengan gejala influenza.

Bedanya, gejala selesma cenderung berkembang secara perlahan. Sedangkan gejala flu cenderung menyerang secara tiba-tiba.

Tanda-tanda atau gejala selesma yang biasanya muncul, yakni:

  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Badan terasa sakit
  • Sakit kepala ringan
  • Bersin
  • Demam ringan

Gejala di atas biasanya bisa pulih dalam waktu 7-10 hari. Tapi, pada kondisi tertentu, seperti seseorang dengan daya tahan tubuh lemah, memiliki penyakit asma atau pernapasan lainnya, gejala bisa bertahan lebih lama. Di mana, penderita selesma bisa mengalami komplikasi lebih serius, seperti bronkitis atau pneumonia.

Jenis virus yang dilaporkan paling umum menyebabkan penyakit selesma ini adalah rhinovirus.

4. Radang tenggorokan

Sakit tenggorokan juga bisa menjadi gejala radang tenggorokan.

Radang tenggorokan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus.

Jika mengalami radang tenggorokan, seseorang bisa mengalami beberapa gejala berikut:

  • Suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius atau lebih
  • Terdapat benjolan atau pembengkakak pada bagian leher, ketiak, atau selangkangan (kelenjar getah being)
  • Amandel merah dan bengkak
  • Mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, batuk, sulit menelan, dan nyeri badan secara menyeluruh

5. Alergi

Melansir Mayo Clinic, ketika sistem kekebalan bereaksi terhadap zat asing tertentu, termasuk makanan, obat-obatan, bahan kimia, bulu hewan, atau serbuk sari di udara, hal itu dapat memicu respons alergi.

Meskipun beberapa reaksi bisa serius atau mengancam jiwa, gejala alergi musiman yang umum sering kali hanya meliputi:

  • Mata gatal, berair, dan bengkak
  • Bersin
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Serta sakit tenggorokan

6. Udara lingkungan kering

Udara dalam ruangan yang kering pada dasarnya bisa saja membuat tenggorokan terasa kasar dan gatal.

Bernapas melalui mulut yang sering kali disebabkan oleh hidung tersumbat kronis juga dapat menyebabkan tenggorokan kering dan sakit.

7. Iritasi

Polusi udara luar ruangan dan polusi dalam ruangan seperti asap rokok atau bahan kimia dapat menyebabkan sakit tenggorokan kronis.

Minum alkohol dan makan makanan pedas juga dapat mengiritasi tenggorokan sehingga bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan.

8. Ketegangan otot

Ketegangan otot bisa pula menjadi penyebab sakit tenggorokan.

Untuk mengatasinya, seseorang dapat meregangkan otot di tenggorokan dengan berteriak, berbicara keras atau berbicara dalam waktu lama tanpa istirahat.

9. Penyakit asam lambung

Gastroesofageal reflux disease (GERD) adalah gangguan sistem pencernaan di mana asam lambung kembali naik ke saluran makanan (kerongkongan).

Kondisi ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan.

Tanda atau gejala asam lambung lainnya mungkin termasuk:

10. Infeksi HIV

Sakit tenggorokan dan gejala mirip flu lainnya terkadang muncul lebih awal setelah seseorang terinfeksi HIV.

Di samping itu, seseorang yang HIV-positif mungkin mengalami sakit tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi jamur atau karena infeksi virus yang disebut cytomegalovirus (CMV).

CMV bisa serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

11. Tumor

Keberadaan tumor pada kasus kanker tenggorokan, kanker lidah, atau kanker kotak suara (laring) dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Tanda atau gejala lain mungkin termasuk:

Ingatlah, bahwa karena sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh begitu banyak kondisi yang berbeda, penting untuk berbicara dengan dokter jika Anda pernah mengalaminya.

Bukan tidak mungkin penyebab sakit tenggorokan Anda adalah kondisi yang lebih serius daripada flu atau selesma, termasuk tumor, infeksi HIV, maupun menjadi gejala Covid-19.

https://health.kompas.com/read/2021/06/27/073200568/11-penyebab-sakit-tenggorokan-bukan-hanya-gejala-covid-19

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke