Salin Artikel

10 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, batuk di malam hari merupakan hal yang cukup menyiksa.

Secara umum, batuk memang dapat bermanfaat karena membersihkan paru-paru dari iritasi atau lendir berlebih.

Batuk juga dapat membantu menghilangkan kuman dari paru-paru dan mencegah infeksi.

Namun ketika batuk terjadi pada malam hari, hal ini memang sesuatu yang menyebalkan.

Sebab, batuk di malam hari dapat mengganggu tidur dan mencegah seseorang untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk di malam hari.

Cara mengatasi ini harus disesuaikan dengan penyebab yang menyertainya.

Melansir dari Medical News Today, batuk di malam hari dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Beberapa di antaranya bersifat jangka pendek dan hilang dalam satu atau dua minggu.

Dalam kasus lain, penyebab batuk malam hari bisa bersifat jangka panjang.

Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang menjadi penyebab umum batuk malam hari.

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menentukan cara efektif untuk mengatasinya.

Berikut beberapa cara mengatasi batuk di malam hari, seperti dihimpun dari Healthline dan Medical News Today.

1. Gunakan humidifier

Udara kering dapat memperburuk batuk.

Seseorang dapat mencoba menggunakan pelembab udara atau humidifier di malam hari untuk menambahkan kelembapan ke udara tempat mereka tidur.

Menambahkan kelembapan dengan metode ini dapat membantu menenangkan tenggorokan dan mencegah batuk.

Namun, terlalu banyak kelembaban dapat berkontribusi pada pertumbuhan jamur yang bisa menjadi alergen dan menyebabkan batuk lebih parah.

Alat yang disebut higrometer dapat digunakan untuk memeriksa tingkat kelembaban di dalam ruangan.

Higrometer biasanya dapat dibeli dari toko perangkat keras.

Konsultasikan dengan dokter mengenai kelembapan udara yang cocok untuk Anda.

2. Gunakan filter udara dan anti alergi di kamar tidur

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, gejala alergi seperti batuk dapat terjadi.

Alergi debu adalah penyebab umum batuk, terutama di malam hari, saat terpapar tungau debu atau bulu hewan peliharaan di tempat tidur.

Berikut adalah beberapa strategi untuk mengatasi tungau, debu, bulu hewan piaraan, dan lain sebagainya.

3. Kelola GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan sebagian isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk, terutama di malam hari.

Orang yang menderita GERD harus berbicara dengan dokter mereka tentang mengelola kondisi mereka.

Menghindari makanan yang dapat memicu mulas dan tidak makan selama sekitar 4 jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi gejala.

4. Minum teh dengan madu

Teh panas dengan madu dapat menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan mengencerkan lendir.

Madu tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah 1 tahun karena potensi risiko bentuk keracunan makanan yang disebut botulisme.

5. Tinggikan kepala

Batuk sering menjadi lebih buruk di malam hari karena seseorang berbaring telentang di tempat tidur.

Lendir dapat terkumpul di bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Tidur dengan kepala ditinggikan dapat menurunkan postnasal drip dan gejala GERD.

Keduanya menyebabkan batuk di malam hari.

Seseorang dapat menopang kepala tempat tidurnya menggunakan beberapa bantal atau sandaran punggung.

Perubahan posisi tidur dapat memungkinkan lendir mengalir tanpa menyebabkan batuk.

6. Berkumur dengan air garam hangat sebelum tidur

Air garam dapat meredakan sakit tenggorokan atau iritasi.

Air garam juga dapat membantu mengeluarkan lendir dari bagian belakang tenggorokan.

Untuk mengurangi batuk, seseorang dapat mencampur satu sendok teh garam dalamsegelas air hangat dan berkumur beberapa kali sebelum tidur.

Air garam harus dimuntahkan setelah berkumur dan tidak ditelan.

7. Berhenti merokok

Merokok sigaret adalah penyebab sering batuk jangka panjang.

Berhenti merokok akan membantu mengurangi batuk dari waktu ke waktu meskipun tidak akan menghentikan masalah dalam semalam.

8. Mengobati asma

Asma adalah gangguan paru-paru jangka panjang yang melibatkan peradangan dan penyempitan saluran udara.

Gejala asma yang umum adalah batuk, yang sering menjadi lebih buruk di malam hari.

Menggunakan inhaler dapat menghentikan batuk di malam hari karena asma.

Beberapa inhaler mengandung obat pernapasan untuk membuka saluran udara yang dapat meredakan batuk dan membuat pernapasan lebih mudah.

https://health.kompas.com/read/2021/06/29/210100168/10-cara-mengatasi-batuk-di-malam-hari

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.