Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengenal Manfaat Okra untuk Penderita Diabetes

KOMPAS.com - Sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih asing dengan makanan satu ini.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa okra merupakan makanan yang baik bagi penderita diabetes.

Lalu, apa sebenarnya okra?

Melansir dari Medical News Today, okra tumbuh subur di daerah beriklim sedang.

Tanaman ini menghasilkan bunga besar seperti kembang sepatu dan polong biji hijau.

Ini adalah anggota keluarga mallow.

Anggota populer lainnya termasuk kembang sepatu, kakao, dan kapas.

Secara ilmiah dikenal sebagai Abelmoschus esculentus, orang mungkin telah menanam okra sejak 2000 SM di Mesir, menurut situs Kew Royal Botanic Gardens di Inggris.

Buah yang mirip sayuran ini juga memiliki peran dalam pengobatan tradisional.

Rasa Okra ringan dan orang bisa memakan seluruh polong bijinya.

Di Indonesia, okra bisa didapatkan di berbagai supermarket dengan harga yang cukup murah.

Manfaat okra untuk penderita diabetes

Studi tahun 2017 yang diterbitkan di PLOS One menyelidiki efek okra pada tikus dengan diabetes.

Zat yang disebut myricetin hadir dalam okra dan beberapa makanan lain, termasuk anggur merah dan teh.

Para peneliti mengekstraksi myricetin dari okra, lalu memberikannya kepada tikus.

Hasilnya menunjukkan, okra meningkatkan penyerapan gula di otot tikus sehingga menurunkan kadar glukosa darah mereka.

Sebuah tinjauan Ilmu Pangan dan Kesehatan Manusia tahun 2012 menunjukkan sejumlah penelitian laboratorium dan hewan lain yang menghubungkan myricetin dengan penurunan gula darah.

Para penulis berpendapat bahwa myricetin juga dapat mengurangi faktor risiko lain untuk diabetes.

Selain itu, penulis studi hewan tahun 2011 menemukan adanya hubungan antara okra dan penurunan lonjakan gula darah.

Para peneliti memberikan gula cair dan okra murni kepada tikus melalui selang makanan.

Dibandingkan dengan kelompok terkontrol, tikus yang mengonsumsi okra memiliki lonjakan gula darah yang lebih rendah setelah diberi makan.

Penulis penelitian percaya bahwa larutan okra telah memblokir penyerapan gula di usus.

Studi ini juga mengeksplorasi interaksi antara okra dan metformin, obat yang dapat menurunkan gula darah pada diabetes tipe 2.

Okra tampaknya menghalangi penyerapan metformin.

Hal ini menunjukkan bahwa tanaman dapat mengurangi efektivitas obat.

Namun, mencari tahu cara okra memblokir penyerapan obat masih perlu penelitian lebih lanjut.

Penelitian lain tahun 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences menunjukkan hubungan antara okra dan menurunkan kadar gula darah.

Selama 14 hari, para peneliti mempertahankan kadar gula darah yang konsisten pada tikus dengan diabetes.

Mereka kemudian memberi tikus ekstrak kulit okra bubuk dan dosis biji hingga 2.000 miligram per kilogram berat badan.

Dosis yang relatif tinggi ini tampaknya tidak memiliki efek beracun dan mengakibatkan penurunan kadar gula darah hingga 28 hari setelah tikus mengonsumsi okra.

Namun, penelitian berakhir pada hari ke-28, jadi belum diketahui seberapa lama efek tersebut akan bertahan.

Risiko mengonsumsi okra

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa okra memiliki efek samping negatif.

Misalnya, okra dapat membuat obat metformin kurang efektif.

Selain itu, okra kaya akan zat yang disebut oksalat.

Zat ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada orang yang rentan.

Tanaman dapat mengandung bakteri, pestisida, dan zat berbahaya lainnya.

Orang tidak boleh mengonsumsi okra busuk, okra beku yang melewati tanggal kedaluwarsa, atau okra yang belum dicuci dengan benar.

Orang yang alergi terhadap okra harus menghindarinya.

Mereka yang alergi terhadap tanaman lain dalam keluarga mallow, seperti kembang sepatu atau kapas, mungkin juga alergi terhadap okra.

Okra adalah sumber vitamin K yang baik, tetapi tanaman yang kaya vitamin ini dapat mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku.

Orang dengan gangguan pendarahan harus berkonsultasi ke dokter tentang makanan apa pun yang mungkin tidak aman.

Okra tidak akan menyembuhkan diabetes, seperti yang ditunjukkan oleh seorang blogger kesehatan.

Penderita diabetes tetap harus menjalani treatment tertentu yang dianjurkan oleh dokter.

https://health.kompas.com/read/2021/09/05/130000868/mengenal-manfaat-okra-untuk-penderita-diabetes

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+