Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pakai Menstrual Cup Tidak Tepat Berisiko Alami Sindrom Syok Toksik

KOMPAS.com - Sindrom syok toksik (TSS) adalah kondisi langka yang dapat mengancam jiwa atas penggunaan tampon dan menstrual cup yang tidak tepat.

Mengutip Verywell Health, sindrom syok toksik adalah komplikasi infeksi oleh satu atau lebih dari berbagai jenis bakteri yang melepaskan eksotoksin berbahaya saat berkembang biak.

Bakteri tersebut di antaranya, yaitu:

Penyakit sindrom syok toksik ini sebenarnya dapat terjadi pada wanita maupun pria, yang mengalami keadaaan klinis, seperti:

  • Infeksi luka bedah dan pascapersalinan.
  • Mastitis.
  • Septorhinoplasty: operasi kosmetik yang bertujuan untuk mengubah bentuk hidung.
  • Sinusitis.
  • Osteomielitis: infeksi tulang yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.
  • Radang sendi.
  • Luka bakar.
  • Lesi kulit.
  • Subkutan: penyuntikan obat atau vaksin.

Namun, sekitar setengah dari semua kasus TSS terkait dengan wanita yang sedang haid.

Mengutip Healthline, risiko mengembangkan sindrom syok toksik dikaitkan dengan penggunaan produk haid yang dimasukkan ke dalam vagina, seperti tampon dan menstrual cup.

Pakar sebenarnya menyarankan menggunakan pembalut lebih aman dari pada menstrual cup dan tampon.

Namun, sebagian besar profesional medis berpendapat bahwa yang menjadi penyebab TSS itu lebih karena penggunaan tampon maupun menstrual cup yang tidak tepat.

Mengutip Better Health, tampon dapat meningkatkan risiko TSS dalam dua cara, meliputi:

  • Tampon (terutama jenis daya serap tinggi) yang tertinggal di dalam vagina dalam waktu lama dapat mendorong pertumbuhan bakteri.
  • Tampon dapat menempel pada dinding vagina, terutama saat aliran darah ringan, menyebabkan lecet kecil saat dikeluarkan.

Mengutip Healtline, penggunaan manstrual cup aman dari TSS, asal melakukan menggunakannya secara tepat sebagai berikut:

  • Cuci tangan secara menyeluruh dengan air hangat dan sabun antibakteri sebelum melepas atau memasukkan menstrual cup.
  • Membersihkan menstrual cup seperti yang direkomendasikan oleh pabrikan, biasanya dengan air hangat dan sabun ringan, bebas pewangi, bebas minyak, sebelum dimasukkan ke vagina.
  • Memberikan sedikit air atau pelumas berbahan dasar air (sesuai instruksi pabrik) ke bagian luar cangkir untuk membantu memasukkan ke dalam vagina.

Jika tidak berkomitmen untuk menjaga kebersihan menstrual cup seperti di atas, kemungkin besar berisiko alami TSS ini.

Gejala sindrom syok toksik 

Mengutip Better Health, ada pun gejala sindrom syok toksik ini, meliputi:

  • Demam.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Ruam kulit yang terlihat seperti terbakar sinar matahari.
  • Otot terasa kaku.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata memerah.
  • Tekanan darah rendah.
  • Nyeri sendi.
  • Sensitif cahaya.
  • Gagal ginjal.
  • Pingsan.

Pengobatan sindrom syok toksik

Mengutip Better Health, jika sindrom syok toksik berkembang, kamu perlu menghentikan penggunaan tampon atau menstrual cup, produk haid yang dimasukkan ke dalam vagina.

Kemudian periksakan kondisi terkini ke layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan, mungkin meliputi:

https://health.kompas.com/read/2022/01/10/180000768/pakai-menstrual-cup-tidak-tepat-berisiko-alami-sindrom-syok-toksik

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke