Salin Artikel

8 Hal yang Bisa Mengganggu Siklus Haid

KOMPAS.com - Pernakah Anda mengalami gangguan siklus haid atau menstruasi yang kadang maju atau mundur?

Kondisi siklus haid yang tidak teratur memang membuat sebagian besar wanita merasa khawatir.

Untuk wanita yang sudah menikah, terlambat haid atau menstruasi yang tak kunjung datang justru bisa jadi menjadi kabar gembira. Pasalnya, telat haid bisa menandakan adanya kehidupan baru di janin seorang wanita.

Namun, untuk wanita yang tidak aktif berhubungan seksual, haid terlalu cepat atau terlambat justru berisiko menandai masalah kesehatan seperti:

Demi mencegah risiko dari penyakit di atas, para wanita disarankan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan siklus haid terganggu.

1. Olahraga berlebihan

Olahraga berlebihan yang dimaksud misalnya angkat beban berat, maraton, atau gym terlalu sering.

Olahraga terlalu keras dan berlebihan dapat membuat tubuh Anda alami stres. Kondisi ini menyebabkan hormon reproduksi tidak keluar secara maksimal.

Dilansir dari Health, wanita yang menjalani olahraga secara berlebihan punya potensi mengalami haid yang tidak teratur.

Terlambat beberapa hari dari jadwal menstruasi mungkin sesuatu yang wajar. Namun, Anda harus menemui dokter apabila tidak mengalami menstruasi selama lebih dari tiga bulan. Terlebih, apabila Anda tidak aktif berhubungan seksual.

Ini merupakan kondisi amenore yang juga dapat membahayakan kepadatan tulang dalam jangka panjang.

2. Kelebihan berat badan

Memiliki kelebihan berat badan tidak hanya membuat Anda kesulitan memilih pakaian yang pas. Berat badan berlebih ternyata berpengaruh pada sistem reproduksi.

Kelebihan lemak menyebabkan peningkatan kadar estrogen. Hormon estrogen yang berlebih bisa menghambat indung telur dalam melepas sel telur. Sementara itu, lapisan endometrium terus menebal.

Alhasil, wanita yang kelebihan berat badan biasanya mengalami gangguan siklus menstruasi, seperti terlambat haid atau pendarahan hingga beberapa bulan.

3. Kurang berat badan atau kurus

Tubuh Anda memiliki reaksi sebaliknya ketika kekurangan berat badan. Pasalnya, Anda bisa kekurangan hormon estrogen.

Padahal, hormon estrogen juga dibutuhkan untuk membangun lapisan rahim dan mengalami menstruasi.

4. Paparan pestisida

Seorang wanita yang bekerja sebagai petani atau kerap berada di sawah bisa saja mengalami gangguan haid karena paparan pestisida.

Wanita yang terpapar pestisida, kemungkinan mengalami siklus panjang, telat haid, dan bercak.

5. Stres

Stres atau gangguan kecemasan bisa menyebabkan haid terlambat atau tidak teratur. Kondisi ini jarang disadari karena tidak menunjukkan gejala. Namun, stres dapat mengacaukan hormon-hormon tubuh.

6. Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, seorang wanita akan mengalami perubahan hormon yang berefek pada sistem reproduksi.

Wanita yang berusia di atas 40 tahun, akan mengalami gangguan haid. Hal ini bisa disebut sebagai tanda-tanda jelang menopause atau disebut perimenopause.

Pada masa perimenopause ini, wanita bisa mengalami beberapa kondisi gangguan haid seperti:

  • telat menstruasi
  • keluar bercak darah dalam periode yang cukup lama, bisa sampai 3 bulan
  • haid deras dan bisa terjadi lebih dari satu minggu

7. Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat apa pun yang melibatkan hormon, seperti obat tiroid, steroid, atau antipsikotik (yang melemaskan dopamin) dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda.

Jangan panik apabila siklus Anda terlabat selama beberapa hari. Namun, segera temui dokter apabila menstruasi datang seminggu lebih awal atau terlambat lebih dari tujuh hari.

8. Kurang tidur

Sebagaimana kita ketahui, kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan tubuh tidak fit, lemas, dan kurang gairah. Tak hanya itu, dampak negatif kurang tidur juga bisa mengganggu siklus haid Anda.

Menurut ulansan jurnal Sleep Medicine, rang yang bekerja dengan sistem shifting, seperti perawat dan pramugari lebih cenderung mengalami gangguan siklus haid.

"Pergeseran waktu tidur mempengaruhi reproduksi Anda. Hal ini bisa berefek pada ovulasi dan menstruasi," kata Fiona Baker, PhD, direktur SRI International's Human Sleep Research Laboratory, seperti dikutip dari Health.

Ditambah lagi, pola tidur yang tidak teratur membuat kadar melatonin Anda menurun. Jika Anda memang harus bekerja shift malam, Baker menyarankan untuk menggunakan tirai dan penyumbat telinga agar dapat memaksimalkan istirahat di siang hari.

https://health.kompas.com/read/2022/07/21/160000768/8-hal-yang-bisa-mengganggu-siklus-haid

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.