Waspada Penyakit Pasca-Lebaran

Kompas.com - 09/09/2010, 13:56 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Harus diakui rangkaian kegiatan di hari Lebaran, mulai dari mudik, bersilaturahim, hingga menyiapkan sajian untuk tamu, merupakan kegiatan yang bisa menguras energi. Ditambah lagi dengan konsumsi makanan yang berlebihan yang sesungguhnya merupakan musuh kesehatan, tak sedikit orang yang "tumbang" pasca-Lebaran.

Menurut dr Ari F Syam, SpPD, ahli penyakit dalam dari FKUI-RSCM, minggu-minggu pertama pasca-Lebaran biasanya rumah sakit dan puskesmas akan ramai oleh masyarakat yang mengalami berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan atas, gangguan perut, hingga penyakit berat seperti stroke. "Pada dasarnya penyakit-penyakit pasca-Lebaran ini bisa dihindari," katanya.

Penyakit seputar Lebaran, urai dr Ari, pada umumnya terjadi karena seseorang kelelahan. Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran memang sangat melelahkan, apalagi jika perjalanan jauh itu dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa.

"Pada keadaan kelelahan karena kurang tidur, apalagi jika seseorang tersebut masih melakukan ibadah puasa selama perjalanan, hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuhnya sehingga seseorang mudah sakit," kata dokter yang menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi PB.PAPDI ini.

Penyakit akibat kelelahan ini juga bisa dialami oleh orang-orang yang tidak mudik tetapi ditinggal mudik pengurus rumah tangganya. Ketiadaan PRT juga membuat banyak orang memilih membeli makanan di luar atau mengonsumsi makanan siap saji. Karena itulah, penyakit seputar gangguan perut, seperti sakit maag, tifus, atau diare kerap mendominasi ruang pemeriksaan dokter.

Agar tubuh tetap sehat setelah Lebaran, menjaga kebugaran tubuh perlu diperhatikan. Sepadat apa pun rencana kegiatan Anda, selalu cukupi kebutuhan tidur Anda agar stamina terus terjaga. Utamakan konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur, di sela hidangan yang bersantan atau daging. Di pagi hari sebelum beraktivitas, lakukan peregangan ringan. Bila perlu, konsumsi suplemen vitamin. Selamat ber-Lebaran.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X