Inilah Kunci Panjang Umur Kaum Pria

Kompas.com - 08/11/2010, 10:17 WIB
EditorAsep Candra

MODENA, KOMPAS.com — Seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia.  Apabila kebutuhan seks ini dapat dipenuhi dengan baik, kehidupan pun akan lebih sehat dan membuat umur menjadi lebih panjang.

Kajian para ilmuwan di Italia menyebutkan, kehidupan seks yang sehat merupakan salah satu kunci bagi seorang pria untuk mencapai usia yang panjang.  Studi menunjukkan, seks  harmonis tidak hanya membuat Anda menjadi setia kepada pasangan, tetapi juga dapat menekan risiko mengidap penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Kesimpulan tersebut diungkapkan para pakar yang tergabung dalam Italian Society of Sexual Medicine yang menggelar konferensi tahunnan di kota Modena, Italia, baru-baru ini.

"Bukti dari riset ini adalah pria yang punya kehidupan seks aktif dan setia kepada pasangannya lebih jarang mengalami keluhan berkaitan dengan kardiovaskuler dan umurnya lebih panjang. Meningkanya aktivitas seksual memicu lebih banyak hormon testosteron yang berujung pada jarangnya depresi serta lebih baiknya kualitas kardiovaskuler, yang berarti metabolisme lebih  baik," ungkap seorang peneliti, Dr Emmanuele Jannini, dari Universitas  Florence.

Dr Jannini menambahkan, studi yang melibatkan 4.000 pria ini menunjukkan, mereka yang tidak setia pada pasangannya memiliki kualitas kardiovaskuler yang buruk.  Mereka juga harus berjuang mengatasi stres yang meningkat akibat pengkhianatan kepada pasangannya.

Riset juga mengungkapkan, buruknya kualitas kehidupan seksual  dapat memicu depresi.  Sementara itu,  meningkatnya kadar hormon testosteron saat melakukan aktivitas seksual bermanfaat bagi pria karena dapat membakar timbunan gula dan menurunkan risiko penyakit jantung.

"Mereka yang mengidap diabetes khususnya memperoleh manfaat dari kehidupan seks yang sehat. Melakukan seks secara aktif juga membantu mencegah gangguan prostat pada pria," ujarnya.

Testosteron adalah hormon yang penting dalam kehidupan seks seorang pria, selain juga merupakan sejenis anabolic steroid. Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa seks bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan, selain dapat mencegah osteoporosis.

Dalam konferensi itu juga dibahas betapa kebiasaan menghabiskan waktu berbicara dengan ponsel berisiko mengganggu sperma dan meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

Menurut kajian awal para ahli di Universitas La Sapienza di Roma dan Rumah Sakit Santa Maria Goretti di Latina,  "Ditemukan korelasi  antara penggunaan ponsel dan memburuknya mobilitas sperma."

"Gelombang (radiasi) tampaknya membuat sperma menjadi malas. Walau begitu, data penelitian ini masih sangat dini,dan kami akan memperhitungkannya dengan kehadiran faktor lain.  Mereka yang sering bicara di ponsel kerap mengalami stres berlebihan, atau apakah mereka juga lebih banyak merokok dan minum alkohol, dan hal itu dapat memengaruhi kualitas sperma," ujar Andrea Lenzi, Presiden Italian Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS).

Riset yang dilakukan Lenzi dilakukan dengan memeriksa sperma pria yang menggunakan ponsel selama minimum setengah jam hingga empat jam dalam sehari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.