Sakit Punggung Terkait Injeksi Epidural Saat Melahirkan

Kompas.com - 17/06/2009, 13:40 WIB
Editor

KOMPAS.com - Penelitian klinis tidak menunjukkan ada risiko bertambahnya sakit punggung terkait dengan epidural analgesia saat melahirkan. Kebanyakan pasien kemungkinan mengalami sakit punggung dengan atau tanpa injeksi epidural. Ligamental dan ketegangan otot selama hamil dan pasca hamil serta perubahan hormon, merupakan penyebab sakit punggung setelah melahirkan, dan bukan hanya karena injeksi epidural.

Ada kondisi yang dikenal dengan sebutan sindrom piriformis yang bermula ketika mengandung dan menetap setelah kehamilan. Rasa sakitnya juga terasa di pantat. Seorang spesialis akan mengacuhkan penyebab mekanis (seperti tekanan pada syaraf). Biasanya sindrom pirifomis adalah masalah fungsional, bukan masalah mekanikal.

Otot piriformis mengalami kejang ketika melahirkan atau hormone berubah sehingga otot renggang berlebihan selama mengandung. Fisioterapi intensif diperlukan untuk merawat kondisi yang menyiksa ini. Rasa nyeri ini dapat menyebabkan si calon ibu sulit berdiri dan berjalan. Terkadang, injeksi relaksasi pada otot (seperti toksin Botox) digunakan untuk mengendurkan otot ini.
 
Sakit punggung pasca partum kerap disebabkan oleh menyusui yang intensif pada bayi. Banyak bentuk postur dan menyusui bayi yang tak bersahabat dengan si ibu. Menyusui bayi di bawah lengan, menyandarkan tubuh ke depan untuk menempatkan payudara ke mulut bayi, memandikan bayi dan membersihkan tubuh bayi di atas tempat tidur atau alasnya.

Semua situasi ini adalah sumber cidera punggung. Selalu dekatkan bayi pada payudara. Selalu membersihkan bayi di tempat yang tingginya setara dengan pinggang. Ligamen di punggung dan leher masih lentur, jaga dan pertahankan postur tubuh dengan baik.

oleh Dr. Bernard Lee

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.