Awas, Banyak Makanan Kedaluwarsa Beredar!

Kompas.com - 25/08/2009, 21:12 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bebagai produk makanan kedaluwarsa masih beredar di pasar tradisional ataupun fasilitas publik, seperti stasiun dan terminal. Hasil operasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Yogyakarta, Selasa (25/8), menemukan tidak hanya makanan kedaluwarsa, tetapi juga produk mengandung bahan kimia berbahaya.

Terbagi dalam empat tim, petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) merazia delapan titik di wilayah Kota Yogyakarta, yakni Pasar Kranggan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Pasar Lempuyangan, Terminal Giwangan, Pasar Kotagede, Legi, dan Serangan. Hari ini pemeriksaan yang sama akan dilakukan di Gunung Kidul dan Sleman.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM Zulaimah mengungkapkan, ada 31 kios yang masih menjual produk makanan tak layak, dari total 84 kios yang dirazia pada hari pertama kemarin.

Temuan itu antara lain makanan kedaluwarsa mencapai 25 item dengan jumlah 139 bungkus; makanan dengan kemasan rusak ada enam item dengan jumlah 45 bungkus, sebagian ditemukan di Terminal Giwangan; dan 22 bungkus makanan tradisional lanting mengandung zat pewarna pakaian (rhodamin B) yang ditemukan di Stasiun Lempuyangan.

Selain itu, BB POM juga menemukan 20 bungkus makanan tanpa izin edar. Di Pasar Serangan dan Pasar Legi, tim menemukan obat keras yang diperdagangkan melalui jalur ilegal dengan jumlah 1.638 tablet. Untuk yang obat keras ini jumlahnya cukup besar dan pedagangnya berpotensi diajukan ke pengadilan, jelasnya.

Kesadaran

Zulaimah menampik anggapan jika operasi ini hanya dilakukan menjelang Lebaran. BB POM Yogyakarta sudah kerap melakukan operasi, dan setiap kali razia hasilnya selalu mencengangkan. Maret 2009 lalu, misalnya, BB POM memusnahkan lebih dari 250.000 satuan (pieces) produk makanan tak layak hasil operasi selama 2008. Begitu pula pada bulan Juni, belasan ribu kosmetika berbahaya berhasil ditemukan.

Kendalanya banyak pedagang yang belum sadar dan paham tentang makanan berbahaya. Selain itu, ada kecenderungan pedagang yang tidak laku, masih menjajakan barangnya meski sudah kedaluwarsa, ujarnya. Faktor lainnya, menurut dia, petugas dari BB POM tidak sebanding jumlah kios yang jumlahnya ribuan dan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Staf Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM Kestri Harjanti menuturkan bahwa perilaku pedagang yang pasif menjadi faktor penyebab peredaran makanan tak layak. Dari pemeriksaan di Stasiun Tugu, misalnya, ada pedagang yang mengaku bahwa pengecekan barang dilakukan oleh distributor. Jadi, pedagangnya sendiri tidak memeriksa dagangannya, tutur Kestri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.