Sendi dan Urat Melintir Gara-gara Terkilir

Kompas.com - 07/09/2010, 10:42 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Anda pernah keseleo atau terkilir? Pasti rasanya cukup menyakitkan. Bahkan kalau parah, keseleo bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Efek terkilir antara lain nyeri pada persendian, bengkak, otot memar, dan biasanya disertai demam. Jika yang yang keseleo pergelangan kaki, Anda akan sulit berjalan. Biasanya keseleo paling berisiko dialami para penggemar olahraga. Banyak atlet yang harus kehilangan kesempatan bertanding selama berbulan-bulan karena otot terkilir.

Gangguan kesehatan ini paling sering menyerang bagian kaki seperti mata kaki, jari, atan.lutut. Tapi keseleo juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain seperti siku tangan, bahu atau leher.

Menurut Dr Joserizal Jurnalis SpBO, Ahli Bedah Ortopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Siaga Jakarta, keseleo timbul karena terjadi pergeseran sendi yang menyebabkan robekan pada tendon atau ligamen.

Terkilir saat berolahraga

Cedera tersebut bisa terjadi dalam aktivitas sehari-hari yang bersifat aksidental. "Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keseleo adalah ankle atau pergelangan kaki," ujar Joserizal.

Selain karena kecelakaan, kasus keseleo umumnya terjadi akibat kesalahan bergerak saat berolahraga. Penyebabnya bisa karena salah saat menempatkan tlimpuan tubuh atau kehilangan keseimbangan tubuh. "Misalnya pada permainan voli, ketika inelakukan jumping posisi kaki saat turun tidak rata," imbuh Dr Marganda, Dokter dari RS Omni Alam Sutra, Tangerang.

Akibatnya, telapak kaki terlipat atau melintir ke samping. Hal itu bisa menyebabkan serat-serat ligamen terputus. Sementara pada permainan bulutangkis, lutut dan bahu sering menjadi tumpuan utama dan menjadi bagian tubuh yang berisiko terkilir.

Cedera keseleo juga kerap ditemui pada olahraga futsal yang saat ini tengah menjadi tren di tengah masyarakat. Dalam permainan ini, keseleo biasanya terjadi pada mata kaki atau lutut.

Menurut Joserizal, dalam kasus keseleo hampir bisa dipastikan terdapat serat-serat pada ligamen yang putus. Jika parah biasanya disertai dengan pendarahan.  Nah, parah atau tidaknya terkilir itu akan dipengaruhi oleh pergeseran atau bahkan puntiran pada persendian tersebut. Keseleo ringan terjadi jika sendi mengalami pergeseran sedikit, tapi tidak kembali pada posisi semula atau subluksasi. "Kasusnya lebih parah jika terjadi pergeseran total atau dislokasi," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.