Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dideteksi Lewat USG

Kompas.com - 21/11/2011, 14:24 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Penyakit jantung bawaan diderita sekitar satu persen dari jumlah kelahiran hidup dan sebagian besarnya harus dioperasi. Penyakit ini sudah dapat dideteksi melalui USG sejak bayi berusia 20 minggu di kandungan.

Bila dideteksi saat kehamilan dokter akan melakukan tindakan intervensi agar kelainan penyakitnya tidak parah. Deteksi kelainan jantung bawaan juga bisa dilakukan saat bayi lahir.

Penyakit jantung bawaan disebut Patent Ductus Arteriosus (PDA). PDA adalah pembuluh darah yang menghubungkan pembuluh nadi utama aorta dan pembuluh nadi paru-paru yang keluar dari jantung.

Seharusnya pembuluh ini menutup dengan sendirinya pada waktu bayi lahir. Oleh karena pembuluh darahnya tetap terbuka, aliran darah dari aorta mengalir ke paru-paru sehingga darah membanjiri paru-paru.

Pada bayi penyakit ini bisa dikenali dari sejumlah gejala, misalnya lekas letih, ada gangguan tumbuh kembang, sering panas dan batuk, ada gangguan atau sering berhenti saat menyusu ibunya untuk bernapas. Gejala khas lainnya adalah biru pada ujung kuku-kuku dan lidah. Meski begitu ada juga yang tidak bergejala biru.

"Sekitar 30 persen dari bayi yang menderita penyakit jantung bawaan harus dioperasi. Ada yang harus dioperasi segera, ada juga yang bisa ditunda, tergantung tumbuh kembang bayi," kata Dr.Sukman Tulus Putra, Sp.A, dokter anak subspesialis kardiologi dari Eka Hospital, Serpong, Tangerang.

Ia menerangkan saat ini sudah ada tindakan operasi nonbedah untuk penyakit jantung bawaan, tergantung pada jenisnya. Caranya dengan memasukkan kateter dari lipatan paha sampai jantung. Di jantung akan diletakkan alat seperti payung atau per untuk menutup lubang di serambi.

Risiko bayi menderita penyakit jantung bawaan meningkat jika ibu hamil punya kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.