Balita Jakarta Terancam Wabah Flu Singapura

Kompas.com - 27/02/2012, 08:27 WIB
EditorAsep Candra

Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa seperti nyamuk atau lalat . Penyakit ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya.

Beberapa penyakit yang juga disebabkan karena virus sejenis ini adalah vesicular stomatitis dengan exanthem (KTM) – Cox A 16, EV 71 (infeksi KTM) dan vesicular pharyngitis (Herpangina) – EV 703, dab acute lymphonodular pharyngitis – Cox A 10.

Gejala awal adalah demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.  Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki.

Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu demam tinggi lebih dari 38% selama 2 hari. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan. Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

Manifestasi klinis infeksi KTM yang harus diwaspadai
:

  •     Hiperpireksia ( suhu lebih dari 39 der. C).
  •     Demam tidak turun-turun (prolonged fever)
  •     Tachicardia (denyut jantung cepat)
  •     Tachypneu (sesak)
  •     Tidak mau makan, muntah atau diare sehingga kekurangan cairan dehidrasi.
  •     Lethargi atau lemah dan kesadaran menurun
  •     Nyeri pada leher,lengan dan kaki.
  •     Kejang.


Komplikasi

Meski sangat jarang, dalam keadaan daya tahan tubuh yang sangat rendah atau immunocomprimized dapat terjadi komplikasi yang berbahaya dan mengancam jiwa. Komplikasi yang dapat terjadi adalah Meningitis atau infeksi otak (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial) atau Encephalitis ( infeksi otak bulbar ). Komplikasi yang sangat jarang lainnya adalah Myocarditis atau gangguan jantung (Coxsackie Virus Carditis) dan gangguan persarafan pericarditiso paralisis akut flaksid.

Infeksi enterovirus juga dapat menyebabkan miokarditis, pneumonia, meningoensefalitis, dan bahkan kematian. Infeksi ini jarang terjadi berulang dalam waktu dekat. Meski secara umum infeksi ini ringan namun, sebuah wabah besar infeksi KTM disebabkan oleh Enterovirus 71 di Taiwan dilaporkan terjadi angka kematian tinggi sekitar 19,3% pada kasus berat. Kematian disebabkan karena akibat perdarahan paru. Selama wabah ini, angka kematian yang tertinggi pada anak-anak muda dari usia 3 tahun. Sedangkan kasus infeksi KTM di Singapura pernah dilaporkan telah merenggut 7 korban jiwa, sebagian besar dari pneumonitis interstisial atau ensefalitis batang otak.

Infeksi KTM adalah penyakit ringan, namun dalam keadaan temuan fisik yang tidak biasa, peningkatan jumlah sel darah putih, dan muntah dan tidak adanya ulkus oral atau luka sariawan di mulut mungkin menandakan pasien dengan risiko tinggi hasil yang dapat berakibat fatal. Dalam salah satu penelitian terhadap wabah infeksi KTM yang disebabkan oleh Enterovirus 71 di Sarawak, Malaysia, dilaporkan terdapat 3 faktor risiko klinis untuk membantu mendeteksi anak-anak berisiko untuk komplikasi neurologis. Total durasi demam selama 3 hari atau lebih, ketinggian puncak suhu lebih besar atau sama dengan 38,5 ° C, dan riwayat kelemahan tubuh secara umum terkait dengan pleositosis cairan serebrospinal.

Infeksi KTM bila terkena pada ibu hamil pada trimester pertama dapat mengakibatkan aborsi spontan atau hambatan pertumbuhan dalam kandungan.

Penanganan

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X