Kompas.com - 08/11/2012, 16:34 WIB
EditorAsep Candra

“Im kvass kak vozdukh byl potreben…”

Kvass mereka butuhkan selayaknya udara – Aleksander Pushkin
(dalam roman “Eugene Onegin”)

Ya, itulah gambaran minuman kvass bagi orang-orang Rusia. Di mata yang asing terhadap budaya Rusia, minuman ini mungkin tidak pernah terdengar namanya. Orang lebih sering mengasosiasikan gaya hidup orang Rusia dengan vodka. Padahal, minuman kvass adalah minuman yang sangat digemari di Rusia melebihi vodka. Minuman ini merupakan bagian dari budaya tradisional bangsa Slavik, dinikmati baik oleh orang tua, muda-mudi, maupun anak-anak. Di Rusia, kvass bahkan dinyatakan sebagai minuman nasional.

Kvass adalah sejenis minuman fermentasi yang berasal dari fermentasi roti atau gandum-ganduman, terutama jenis gandum hitam. Nama “Kvass” sendiri berasal dari bahasa Rusia yang berarti ‘minuman asam’. Layaknya minuman fermentasi lain, kvas difermentasi oleh mikroorganisme, yaitu khamir/ragi Saccharomyces (ragi yang digunakan sebagai pengembang roti dan untuk fermentasi anggur serta bir) dan bakteri asam laktat (Lactobacillus).

Berdasarkan standar Rusia, kvass dikategorikan sebagai minuman non-alkohol karena kadar alkohol hasil fermentasinya sangat rendah (kurang dari 1.2 persen). Warna minuman ini coklat gelap dengan busa seperti bir, paling enak diminum dalam keadaan dingin. Kalau boleh saya bandingkan, rasa minuman ini agak mirip dengan air tape.

Sejarah minuman kvass dalam kehidupan orang-orang Rusia bertanggal jauh ke belakang, dimulai lebih dari seribu tahun yang lalu. Pada masa itu kvass merupakan minuman ‘wajib’ yang selalu menemani makanan sehari-hari para petani Rusia. Diduga bahwa sanitasi yang buruk dan susahnya mendapatkan sumber air bersih merupakan latar belakang digemarinya minuman kvas. Sebab, proses fermentasi minuman ini terbukti mampu membunuh kuman di air yang mereka gunakan.

Selain itu, penelitian modern menunjukkan bahwa fermentasi pada kvass juga menghasilkan kandungan nutrisi tinggi pada minuman ini, meliputi vitamin B, vitamin B2, asam laktat, dan berbagai asam amino. Kandungan nutrisi pada kvas inilah yang nampaknya membuat para petani Rusia tidak mengalami defisiensi nutrisi meskipun diet utama mereka hanyalah serealia (gandum-ganduman) dan sayuran.   

Minuman kvass paling populer terutama di saat musim panas. Saat saya berkesempatan menuntut ilmu di negara adikuasa ini dari tahun 2009 sampai pertengahan 2012, setiap summer tidak luput saya jumpai ‘gerobak’ penjual kvass di hampir setiap tikungan dan perempatan jalan. Minuman ini dijual dengan harga yang relatif murah, yaitu sekitar 11 rubel (Rp.3000-Rp.3500) untuk satu gelas berisi 0.2 lt dan 16 rubel (Rp.4.500-Rp.5.000) untuk gelas berisi 0.5 lt.

Kvass yang diproduksi secara industrial dalam kemasan botol plastik aseptik tidak asing dijumpai di supermarket dan minimarket, berderet rapi dengan berbagai merek di rak bagian minuman ringan, berdampingan dengan minuman kola dan produk-produk minuman bersoda lain. Harga kvass botolan ini berkisar antara 25 sampai 35 rubel (Rp.7.500-Rp.11.000) untuk kemasan isi 1.5 lt.

Meski kvass saat ini telah diproduksi secara industrial dan mudah dibeli, pembuatan kvass secara tradisional alias “home made”masih populer di keluarga Rusia, meski tentu saja bibit yang digunakan sekarang sudah berupa bibit instan yang dijual dan terdaftar di badan kesehatan Rusia, bukan melalui proses fermentasi alami seperti yang dilakukan ratusan tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.