Kompas.com - 22/02/2013, 16:44 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Apakah produk susu yang Anda pilih untuk menguatkan tulang Anda? Mulai saat ini, Anda perlu memilih-milih produk susu jika tujuannya adalah untuk memperkuat tulang. Karena tidak semua produk susu bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tulang. Faktanya, ada beberapa produk susu tertentu yang lebih baik dalam melakukan hal ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Institute for Aging Research di Hebrew SeniorLife di Boston menemukan bahwa susu dan yogurt adalah produk terbaik yang dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang pada tulang panggul. Namun mereka tidak menemukan bukti bahwa kedua jenis produk ini berhubungan pada kepadatan tulang belakang.

Sekitar 44 juta orang Amerika memiliki osteoporosis, penyakit pengeroposan tulang yang disebabkan oleh rendahnya kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang, terutama tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Selama studi ini, para peneliti menganalisa data yang dikumpulkan dari sekitar 3.200 pria dan wanita, berusia 26 hingga 85. Mereka meminta para peserta untuk mengisi kuesioner yang mengindikasikan mereka makan makanan-makanan tertentu setiap minggunya. Para peneliti juga memperhitungkan jika ada faktor lain seperti merokok, konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D, olahraga teratur, dan menopause pada wanita, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kekuatan tulang.

Selama 12 tahun para peneliti mengikuti perkembangan dari orang-orang ini dan mencatat adanya 43 kasus patah tulang panggul yang terjadi. Karena jumlah ini sangat kecil, maka para peneliti tidak mampu mengambil kesimpulan yang valid tentang konsumsi produk susu dan risiko patah tulang dari data mereka, sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kendati demikian, temuan yang dipublikasi dalam jurnal Archives of Osteoporosis ini menunjukkan bahwa orang yang rata-rata mengonsumsi 2,6 penyajian susu, yogurt, dan keju setiap hari memiliki kepadatan tulang panggul dan punggung yang lebih baik daripada mereka yang lebih sedikit mengonsumsinya.

Ketua penelitian ini Shivani Sahni, yang juga merupakan asisten peneliti di institut ini menduga bahwa nutrien yang beraneka ragam di produk susu - sebagai contoh, kandungan kalsium, protein dan vitamin D - bekerja dalam sinergi dan bersama-sama memberikan efek yang lebih baik daripada jika nutrien ini bekerja sendiri-sendiri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.