Kompas.com - 28/03/2013, 08:28 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Semua orang menginginkan kehidupan percintaan yang sempurna, tidak terkecuali Anda. Namun sudahkah Anda mendapatkannya?

Mungkin ada banyak pertanyaan seputar mendapatkan kehidupan percintaan yang sempurna. Tetapi ada beberapa mitos keliru seputar bercinta yang masih dipercaya banyak orang.

1. Anda dan pasangan harus dalam "mood" bercinta.

Ketika Anda dan pasangan sedang dalam "mood" bercinta, mungkin akan lebih mudah untuk mencapai kepuasan bersama-sama. Namun tidak berarti Anda dan pasangan harus selalu dalam keadaan tersebut ketika bercinta. Jika hanya salah satu dari Anda yang dalam "mood", maka Anda dapat merangsang pasangan dengan melakukan foreplay lebih lama atau dengan permainan-permainan nakal yang dapat menyalakan gairahnya.

2. Seks terbaik adalah tanpa rencana.

Nyatanya saat ini segala sesuatu perlu direncanakan, termasuk bercinta. Memilih waktu yang tepat untuk bercinta yaitu saat Anda dan pasangan sedang dalam keadaan santai dan tidak tersibukkan dengan pekerjaan. Menyempatkan waktu dalam satu minggu untuk bercinta akan meningkatkan intimasi Anda dengan pasangan.

3. Bercinta harus dilakukan tiga kali seminggu.

Bercinta secara rutin tentu bermanfaat bagi hubungan Anda. Namun jangan terlalu terpaku pada jumlah Anda melakukan hubungan seks setiap minggunya. Hampir semua pasangan yang bahagia tidak melakukan seks setiap hari, bahkan dua atau tiga kali seminggu. Yang terpenting adalah Anda dan pasangan terpuaskan dengan frekuensi seks yang Anda lakukan saat ini dengan pasangan. Jika Anda merasa belum cukup maka Anda dapat mendiskusikannya dengan pasangan.

4. Seks yang baik adalah yang lama dan tempo lambat.

Tidak semua orang memiliki waktu untuk bercinta dengan durasi yang lama. Maka jangan paksakan untuk mendapatkan kepuasan seks dengan melakukannya dengan waktu lama dan tempo lambat. Seks dalam waktu singkat di pagi hari bisa jadi solusi untuk meningkatkan intimasi dan mencapai kepuasan Anda dan pasangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.