Kompas.com - 12/04/2013, 17:18 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Banyak makanan dan jajanan anak di sekolah tercemar mikroba atau kuman berbahaya serta bahan kimia, terutama zat pewarna bukan untuk makanan. Rasa lapar bisa membuat anak membeli jajanan apa saja asal membuatnya kenyang sehingga mereka kurang berhati-hati memilih jenis jajanan yang sehat. Orangtua bisa mencegah kebiasaan jajan pada anak dengan cara membawakannya bekal dari rumah.

Jajanan yang tidak bersih akan menyebabkan anak menderita berbagai penyakit, misalnya diare atau muntaber. Bahan makanan yang berwarna mencolok juga dikhawatirkan mengandung bahan pewarna bukan makanan. Kebiasaan jajan makanan yang padat energi seperti makanan manis dan berlemak juga berpotensi membuat anak kegemukan.

"Sebaiknya anak bawa bekal dari rumah. Hidangan yang dibuat sendiri lebih mudah diawasi kebersihan dan kesehatannya," kata Kepala Pusat Pomkes Kementrian Kesehatan RI, dr. Lily Sulistyowati, MM. Hal tersebut dikatakannya pada pencanangan Hari Bawa Bekal Nasional (HBBN) yang digagas Kementrian Kesehatan RI dan Tupperware di Jakarta, Jumat (12/4/13).

Makanan yang bergizi dapat membantu anak tumbuh lebih sehat. Orangtua bisa membawakan anak camilan yang rendah kalori dan tinggi serat, seperti buah-buahan, kraker atau biskuit buah, jus buah, dan sebagainya. Untuk mencegah anak bosan, orangtua harus lebih kreatif dalam menyajikan variasi menu.

Kebiasaan membawa bekal akan mengajarkan anak selektif memilih jajanan. Selain itu pihak sekolah dan orangtua juga perlu mengajarkan anak cara memilih jajanan yang sehat. Edukasi ini akan terbawa sampai dewasa dan menjadi bagian dari kebiasaan.

Menurut Lily usaha mencegah anak jajan sembarangan wajib dilakukan orangtua, bekerja sama dengan sekolah. "Pendidikan bermula dari rumah. Orangtua yang peduli tentu akan membuat hidangan terbaik untuk buah hatinya," kata Lily.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.