Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/08/2013, 11:48 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Alzheimer merupakan penyakit penurunan fungsi otak dan menjadi ancaman bagi siapa saja, terutama yang memasuki masa lansia. Penyakit ini ditandai hilangnya ingatan dan kemampuan mengerjakan tugas ringan sehari-hari.

Berbagai hal diduga menjadi penyebab alzheimer, salah satunya penumpukan protein beta amyloid, meski masih harus diteliti lebih lanjut. Pada perempuan, ternyata risiko terkena Alzheimer bisa ditekan dengan cara memberikan ASI kepada bayi.

Riset yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer's Disease ini meneliti 81 wanita. Hasilnya para responden yang menyusui bayinya memiliki risiko Alzheimer lebih rendah. Para responden yang tidak memiliki riwayat Alzheimer dalam keluarganya risikonya paling rendah.

Menyusui menjadi cara mudah dan murah mencegah alzheimer, terutama di negara yang berpendapatan rendah sampai menengah.

"Alzheimer merupakan gangguan kognitif paling umum dan diderita 35,6 juta orang di dunia. Di masa depan, penyakit ini diprediksi semakin banyak orang dari negara berkembang. Karena itu sangat penting mencari cara yang efektif dan murah untuk mencegah penyakit ini," kata peneliti  Dr Molly Fox, dari Department of Biological Anthropology, University of Cambridge.

Riset ini juga membuka fakta menarik tentang alzheimer. Penyakit ini ternyata ditandai oleh resistansi insulin di otak, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai diabetes tipe 3. Menyusui diketahui akan memulihkan toleransi insulin pada wanita, yang cenderung menjadi resisten pada insulin saat hamil atau disebut dengan diabetes gestasional.

Tiga kesimpulan dari studi ini adalah

1. Menyusui mengurangi risiko alzheimer pada wanita, dibandingkan yang tidak menyusui.

2. Waktu menyusui yang lebih lama menurunkan risiko alzheimer secara signifikan.

3. Wanita yang memiliki rasio total bulan kehamilan lebih tinggi daripada bulan menyusui, berisiko alzheimer lebih tinggi.



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+