Kompas.com - 17/08/2013, 07:19 WIB
shutterstock
EditorLusia Kus Anna

TANYA:

Anak saya berusia 3 tahun sering batuk di malam hari. Saya pernah membawanya ke dokter, kata dokter dia menderita asma. Tapi saya tidak langsung memberinya obat karena tidak ada riwayat keluarga sakit asma. Belakangan ini batuknya semakin sering sampai dia agak sesak napas. Akhirnya diberi obat asma oleh dokter.

Yang ingin saya tanyakan, apakah memang benar anak saya sakit asma dok? Bagaimana pencegahannya agar tidak tambah parah. Berat badannya mulai turun karena ia sering batuk.
(Nadya, 35, Pekalongan)

JAWAB :

Batuk yang sering berulang hingga berlangsung lebih dari 2 minggu dapat dikategorikan sebagai batuk kronik berulang (BKB). Penyebabnya dapat karena faktor non infeksi (seperti alergi/asma) dan faktor infeksi (kuman/bakteri). Bila pola batuknya lebih sering pada waktu malam hari atau dini hari dan/atau pagi hari, tanpa demam, batuknya produktif/berdahak, ada riwayat alergi dalam keluarga maka lebih mungkin penyebabnya adalah alergi.

Biasanya terlalu dini untuk menentukan diagnosis asma pada anak usia 3 tahun ke bawah karena memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti.

Pencegahan yang paling penting adalah menghindari pencetus yang dapat menyebabkan gejala batuknya muncul. Beberapa hal yang dapat dicurigai kuat dapat menyebabkan munculnya gejala batuk alergi/asma adalah asap rokok, asap obat nyamuk, debu, karpet berbulu, kapuk, bulu hewan peliharaan, dsb.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X