Kompas.com - 19/08/2013, 15:55 WIB
Ilustrasi kebutaan ShutterstockIlustrasi kebutaan
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ngorok atau mendengkur merupakan gejala dari sleep apnea atau gangguan henti napas saat tidur. Sleep apnea diketahui dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, hingga kematian mendadak.

Namun tak hanya itu, sebuah studi baru menemukan, sleep apnea juga bisa menjadi pemicu penyakit mata yang disebut glaukoma. Para peneliti pun menyarankan agar penderita sleep apnea untuk melakukan pemeriksaan mata.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Ophthalmology tersebut, para peneliti menganalisa data rekam medis lebih dari 1.000 pasien berusia 40 tahun atau lebih. Para pasien telah didiagnosa menderita sleep apnea selama tahun 2001 dan 2004. Sebagai perbandingan, para peneliti juga memiliki kelompok kontrol yang terdiri lebih dari 6.000 orang.

Mereka mencatat, responden yang menderita sleep apnea 1,67 kali lebih mungkin mengalami penyakit glaukoma tipe umum (glaukoma sudut terbuka) dalam jangka waktu lima tahun dibandingkan mereka yang tidak punya sleep apnea .

Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di seluruh dunia. Studi sebelumnya menemukan, glaukoma lebih umum terjadi pada penderita sleep apnea. Sehingga studi menyimpulkan sleep apnea merupakan faktor risiko independen untuk glaukoma.

Peneliti studi Herng-Chin Lin dari College of Medical Science and Technology di Taipei Medical University, Taiwan mengatakan, hasil studi diharapkan dapat memperbaiki kewaspadaan dokter terhadap pasien yang mengalami sleep apnea. Ini karena hubungan antara sleep apnea dan glaukoma sudut terbuka semakin erat.

"Kami berharap studi ini dapat meningkatkan kesadaran penderita sleep apnea untuk segera mendapat penanganan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sleep apnea dicirikan dengan henti napas saat tidur dan diperkirakan dialami oleh 100 juta orang di seluruh dunia. Dan hampir 60 persen di antaranya juga menderita glaukoma. JIka tidak segera ditangani, glaukoma dapat menurunkan kualitas penglihatan tepi dan merusak saraf optik mata.

Hanya setengah dari penderita glaukoma yang sadar akan penyakit ini. Hal ini mungkin karena glaukoma tidak memberikan rasa sakit, dan penurunan kualitas penglihatan terjadi secara perlahan.

American Academy of Opththalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata saat sudah mencapai usia 40 tahun. Karena saat itu, tanda-tanda penyakit dan perubahan penglihatan mulai terjadi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.