Kompas.com - 03/11/2013, 13:59 WIB
shutterstock
|
EditorAsep Candra

 


KOMPAS.com -
Di saat tren makan sayuran mentah sedang marak, pemerhati kesehatan asal Amerika Serikat, Mark Bittman memperkenalkan cara memasak sayuran dengan digoreng. Lantas bagaimana dengan kandungan gizi yang terkandung dalam sayuran yang digoreng tersebut?

Diketahui, tujuan memakan sayuran mentah adalah untuk mendapatkan kandungan gizi darinya semaksimal mungkin karena meminimalkan proses pemasakan. Sementara kita tahu, menggoreng adalah salah satu proses masak yang sangat mungkin merusak tekstur makanan, terlebih sayuran.

Oleh karena itu, menggoreng terkesan sebagai cara kontraproduktif. Belum lagi, kandungan lemak dari minyak yang melekat pada sayuran setelah digoreng.

Kendati demikian, Bittman menciptakan resep menggoreng sayuran bukan tanpa alasan. Menurutnya, lemak boleh saja dimakan selama itu berkualitas tinggi dan lemak perlu dimakan bersama dengan tanaman.

"Lemak perlu dimakan dengan moderasi, dan makan sayuran digoreng sebenarnya hanya cukup sekali dalam sebulan," ujarnya.

Sementara itu, Keri Glassman, presiden A Nutritious Life dan konsultan penurun berat badan dari Women's Health sepakat untuk tetap memasukan lemak jenuh di dalam diet. Menurutnya, beberapa jenis lemak jenuh juga memiliki peranan sehat, seperti membantu membakar cadangan lemak dan menurunkan kolesterol "jahat".

"Kita tidak harus hanya makan lemak tak jenuh saja," katanya.

Glassman tidak menentang pemrosesan sayuran dengan minyak, namun cara menggoreng menurut dia bukanlah cara yang tepat. Menurut dia, meskipun menggunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, setelah dipanaskan, minyak akan berubah struktur kimianya, yang membuatnya menjadi tidak sehat.

Terlebih, saat digoreng sayuran akan menyerap lebih banyak minyak, dibandingkan dengan cara masak lainnya. Menggoreng, kata Glassman, juga bisa merusak vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayuran.

Meski begitu, Glassman tidak melarang untuk makan sayuran yang digoreng, hanya saja cara tersebut bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan lemak sehat. Dia lebih merekomendasikan untuk mendapat lemak dari buah alpukat atau ikan salmon.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X