Pilihan Terapi Depresi

Kompas.com - 26/12/2013, 13:20 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
KOMPAS.com - Psikoterapi atau terapi mental menjadi salah satu pilihan cara mengatasi depresi. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan menjalani psikoterapi, namun tak memiliki sedikit pun gambaran mengenai terapi mental, dan bagaimana memulainya, berikut beberapa psikoterapi terpopuler yang kerap menjadi referensi mengatasi depresi.

Terapi psikodinamik
Terapi ini mengandalkan kemauan untuk bicara terbuka. Pasien dibimbing untuk membicarakan pikiran dan perasaannya. Pasien bebas mengutarakan apa pun yang ada di pikirannya tanpa interupsi. Tujuannya, menghadirkan pola perilaku yang secara tak sadar akan tampak selama menjalankan terapi ini. Dengan begitu, ahli yang mendampingi akan lebih mudah mengenali sumber masalah dan mengubahnya demi kesehatan mental pasien yang lebih baik.

Selain cocok untuk pengidap depresi, terapi ini juga bisa mengatasi kecemasan, gejala apa pun yang berkaitan dengan kepanikan, juga untuk orang yang selalu penasaran atau tertarik dalam mengeksplorasi pikirannya sendiri.

Biasanya, terapi mental ini berlangsung dengan termin yang fleksibel, umumnya hingga dua tahun. Terapi jenis ini biasanya dilakukan sekali atau dua kali seminggu dan tidak terstruktur. Pasien bisa leluasa memulai terapi dengan berbicara terbuka mengenai apa pun yang ingin diungkapnya.

Terapi perilaku kognitif
Terapi mental jenis ini biasanya berlangsung singkat dan berorientasi pada tujuan. Dasar dari terapi ini adalah bahwa perilaku seseorang bisa berubah secara permanen dengan mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif.

Untuk terapi ini, pasien dan terapis harus bekerjasama dalam mengindentifikasikan perilaku pasien yang ingin diubah. Kemudian keduanya akan menentukan rencana tindakan dan cara melakukannya.

Terapi ini selain berguna untuk mengatasi depresi, juga tepat untuk masalah gangguan makan, gangguan mood dan fobia. Durasi terapi umumnya satu hingga tiga kali seminggu, berlangsung empat hingga tujuh bulan.

Berbeda dengan jenis terapi sebelumnya, terapi ini lebih terstruktur. Hubungan terapis dan pasien seperti rekan bisnis. Pasien dan terapis perlu kompak untuk mengindentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku yang bermasalah. Biasanya terapis akan memberikan pekerjaan rumah seperti merekam apa yang sedang dipikirkan pasien, termasuk perasaan dan perilakunya.

Terapi perilaku dialektik
Biasanya terapi ini direkomendasikan untuk individu yang memiliki kecenderungan bunuh diri. Selain atasi depresi, terapi ini efektif untuk merawat orang dengan gangguan kepribadian terbatas seperti mood tidak stabil (mudah berubah), reaksi ekstrem seperti panik, ketakutan akan pengabaian, perasaan kosong terus menerus. Biasanya semua masalah tersebut muncul akibat trauma kekerasan, gangguan makan, gangguan obsesif kompulsif.

Terapi perilaku dialektik dirancang untuk membantu individu dengan gangguan tersebut dalam memahami pikiran dan perilakunya yang ekstrem dan di luar dari kebiasaan umum. Mereka kemudian belajar meniru dan mengembangkan kemampuan interpersonal untuk menemukan cara terukur dalam berperilaku dan bereaksi terhadap sesuatu.

Durasi terapi ini menyesuaikan kebutuhan pasien, sedangkan jangka waktunya umumnya kurang dari setahun. Setiap minggunya pasien akan terfokus pada terapi untuk menyelesaikan masalah, juga memelajari dan mengembangkan kemampuan interpersonal. Selain terapi secara individual, pasien juga akan menjalani terapi kelompok. Ada  pekerjaan rumah yang dibawa pasien dengan tujuan terapis bisa memantau dan mengevaluasi perilaku setiap waktu.

Terapi interpersonal
Terapi ini fokus pada hubungan pasien dengan orang lain, dan bagaimana depresi memengaruhi kemampuan pasien dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan pasangan, teman, keluarga, dan lainnya. Itulah sebabnya terapi ini fokus pada orang yang mengalami depresi.

Biasanya jangka waktu terapi berlangsung hingga 20 minggu. Setelah melewati tahapan uji coba untuk mengindentifikasi masalah, terapi berikutnya fokus pada peningkatan kemampuan interpersonal pasien. Terapi jenis ini mengharuskan pasien melakukan tugas tertentu atau terapi berorientasi tugas.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X