Kompas.com - 02/01/2014, 10:03 WIB
Ilustrasi serangan jantung ShutterstockIlustrasi serangan jantung
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Ada beberapa metode penanganan gagal jantung akut yang selama ini dikenal, namun belum ada yang benar-benar memperbaiki kondisi sesungguhnya. Kini, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, para dokter menemukan hormon kehamilan ternyata dapat digunakan sebagai alternatif penyembuh kondisi tersebut.

Para ahli menemukan Serelaksin, versi sintetik dari hormon relaksin, dapat menyelamatkan orang dengan kondisi gagal jantung akut dari kematian. Gagal jantung merupakan kondisi yang dialami 900.000 orang di Inggris. Kondisi tersebut terjadi ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Ketika kondisi tersebut terjadi, tubuh mengkompensasikannya dengan meningkatkan denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah untuk meningkatkan tekanan darah. Sayangnya, jika dilakukan dalam waktu yang lama, stres pada jantung pun meningkat.

Saat jantung menjadi kurang efisien, darah lebih banyak memusat pada pembuluh di sekitar paru-paru. Namun tekanan yang meningkat memicu pecahnya pembuluh darah, sehingga paru-paru pun dipenuhi cairan yang menyebabkan kesulitan bernapas, kelelahan, dan pembengkakan.

Pengobatan yang umum yang selama ini digunakan seperti beta blockers dan ACE inhibitor, bekerja dengan mengurangi stres pada jantung, misalnya dengan menurunkan tekanan darah. Ini dapat memperbaiki gejala, namun tidak untuk kondisi yang sebenarnya. Inilah yang memicu perkembangan dari gagal jantung akut.

Dalam kondisi mengancam jiwa tersebut, idealnya pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit dalam waktu 30 menit. Sayangnya, 30 persen dari pasien gagal jantung akut terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga membuat kondisi tersebut lebih mematikan daripada serangan jantung.

Sementara itu, para peneliti berpendapat pengobatan dengan hormon relaksin dapat memperbaiki kondisi tersebut. Hormon relaksin merupakan hormon yang kadarnya meningkat secara drastis saat kehamilan untuk melindungi jantung ibu dari stres. Diketahui, tekanan darah ibu hamil meningkat 20-50 persen untuk mendistribusikan aliran darah pada janin di plasenta. Ini artinya kerja jantung menjadi 30 persen lebih berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Relaksin membantu membuka pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah, mengurangi ketegangan pada jantung. Selain itu, hormon ini juga memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan sisa-sisa metabolisme dari darah.

Studi menemukan, Serelaksin mengurangi laju gagal jantung akut hingga sepertiganya (37 persen) dibandingkan dengan pengobatan konvensional seperti ACE inhibitor. "Serelaksin tampaknya dapat membantu jantung itu sendiri, tidak seperti pengobatan sebelumnya yang hanya memperbaiki gejalanya saja. Ini bisa jadi pengobatan baru yang menjanjikan bagi pasien gagal jantung akut," ujar Martin Cowie, profesor kardiologi di Imperial College London, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Menurut Cowie, pengobatan sebelumnya mengabaikan respons alami jantung jika tidak memompa darah secara benar. Sementara Serelaksin berkerja tersinkronisasi dengan tubuh. Kendati demikian, belum jelas bagaimana Serelaksin bekerja untuk mengurangi stres pada jantung, dan diperlukan penelitian lanjutan untuk membuat hormon tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber dailymail
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.