Kompas.com - 10/02/2014, 16:34 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Risiko penyakit memang paling ditentukan oleh gaya hidup seseorang. Namun sebuah studi baru menunjukkan, anak pertama memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes dibandingkan  adik-adiknya.

Dalam studi di Selandia Baru tersebut, para peneliti melakukan analisis data pada pria yang kelebihan berat badan berusia 40-50 tahun. Mereka membandingkan indeks massa tubuh (IMT) pria yang merupakan anak pertama di keluarganya dengan pria yang terlahir sebagai anak kedua. Peneliti juga mempelajari sensitivitas insulin, hormon yang meregulasi kadar gula darah.

Mereka menemukan, meskipun dua kelompok tersebut memiliki rata-rata berat badan yang mirip, namun mereka yang menjadi anak pertama rata-rata lebih berat 6,8 kilogram. Rata-rata IMT kelompok anak pertama adalah 29 sedangkan kelompok kedua adalah 27,5. Orang dengan IMT lebih tinggi diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi untuk penyakit jantung.

Menurut studi tersebut, sensitivitas insulin pada anak pertama 33 persen lebih rendah dibanding kelompok kedua. Pada orang dengan sensitivitas insulin yang lebih rendah, sel tubuh cenderung tidak terlalu responsif pada insulin, maka pankreas pun harus bekerja lebih keras untuk dapat mengimbanginya. Kondisi ini diketahui meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2.

Studi yang dipublikasikan  jurnal Scientific Reports tersebut menemukan, hubungan tersebut masih ada meskipun peneliti telah memasukan faktor lain yang mempengaruhi sensitivitas insulin, seperti kadar lemak tubuh, usia, dan aktivitas fisik.

Para peneliti asal University of Auckland menemukan, urutan lahir berpotensi memberikan efek kesehatan jangka panjang. Kendati demikian, dibutuhkan studi berskala lebih besar untuk membuktikan keterkaitan tersebut dengan membandingkan anak pertama dengan saudara kandung mereka.

Beberapa studi pernah menemukan, urutan lahir dapat mempengaruhi metabolisme dan komposisi tubuh pada anak-anak. Peneliti mengatakan, belum jelas apakah urutan lahir dapat mempengaruhi metabolisme, namun ada kemungkinan perbedaan aliran darah pada plasenta memiliki peranan dalam perbedaan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.