Kompas.com - 26/04/2014, 11:53 WIB
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Banyak orang mengaitkan perilaku kejahatan atau kekerasan dengan gangguan jiwa. Tapi melalui studi tentang kejahatan yang dilakukan orang dengan gangguan mental, ternyata hanya 7.5 persen yang langsung terkait dengan gejala sakit jiwa.

Para peneliti menganalisis 429 kejahatan yang dilakukan 143 tersangka, dengan tiga jenis penyakit jiwa berbeda.

Mereka menemukan, dari keseluruhan tersangka, tiga persennya terkait dengan depresi besar, empat persen terkait schizoprenia, dan 10% mengacu pada penyakit bipolar.

“Saat kami mendengar tentang kejahatan yang dilakukan penderita sakit jiwa, hal tersebut menjadi berita besar dan masyarakat selalu mengaitkan hal tersebut, berulang-ulang.” Ujar pimpinan penelitian, Jillian Peterson, PhD.

“Mayoritas orang yang menderita sakit jiwa tidak bersifat kasar, tidak kriminal, dan berbahaya.”

Penelitian ini dilakukan bersama mantan terdakwa dari pengadilan jiwa di Minneapolis. Studi ini, yang juga dipublikasikan dalam jurnal APA, Law and Human Behavior, merupakan penelitian yang pertama kali menganalisis hubungan antara kejahatan dengan penyakit jiwa.

Studi ini tidak menemukan pola yang menghubungkan perilaku kriminal, dengan gangguan jiwa.

Hanya 2/3 dari tersangka yang melakukan kejahatan karena mengalami sakit jiwa, juga melakukan kejahatan dengan alasan yang berbeda, seperti kemiskinan dan pengangguran.

Peterson mempertanyakan, “apakah ada sekumpulan kecil orang dengan penyakit jiwa, melakukan kejahatan berulang-ulang, karena penyakitnya itu?”

Penelitian ini nantinya akan menjadi acuan untuk mengurangi residivis untuk para tersangka dengan penyakit kejiwaan.

Mereka akan diberi terapi kognitif, manajemen amarah, dan isu tingkah laku lainnya. Program ini sangat penting untuk mencegah para penderita setelah penahanan. (sciencedaily.com)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.