Cegah MERS Saat Umrah, Kurangi Kegiatan di Luar Ibadah

Kompas.com - 09/05/2014, 17:58 WIB
Umat Islam mengenakan masker ketika menuju Masjidil Haram, Kota Mekkah, Arab Saudi, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan. AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINEUmat Islam mengenakan masker ketika menuju Masjidil Haram, Kota Mekkah, Arab Saudi, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Sejak awal ditemukannya, virus korona Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) sudah menjangkiti 463 orang, dan 126 orang di antaranya meninggal dunia. Persamaan dari korban meninggal itu adalah tinggal atau pernah melakukan perjalanan ke Timur Tengah. 
 
Tentu saja MERS rentan berkembang di Indonesia karena setiap harinya 5000 orang pergi ke Arab Saudi untuk beribadah umrah.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Ari Fahrial Syam, untuk mencegah penularan MERS yang lebih meluas, jemaah umrah atau haji yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi sebaiknya mengurangi kegiatan di luar beribadah.

 
"Jemaah umrah atau haji perlu memfokuskan pada ibadah saja yang menjadi tujuan mereka ke sana, tidak perlulah datang ke perternakan unta atau berbelanja berlebihan," imbau Ari dalam konferensi pers terkait MERS, Jumat (9/5/2014) di Jakarta.
 
Ia menambahkan, kegiatan di luar beribadah akan membuat fisik jemaah lebih lelah dari yang seharusnya. Hal itu akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi.
 
Selain itu, terlalu banyak berjalan-jalan atau berbelanja akan meningkatkan kemungkinan jemaah berada di kerumunan lebih lama. Padahal berada di tengah banyak orang merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko terpapar bakteri atau virus yang dapat meninfeksi sistem pernapasan.
 
"Orang Indonesia terkenal dengan jemaah yang paling mudah digoda untuk berbelanja. Sehingga bukannya tidak mungkin mereka bisa menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja selain beribadah," kata Ari.

Para jemaah diimbau untuk tetap menjaga daya tahan tubuh selama di perjalanan ibadah. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah cukup tidur minimal enam jam dan menjaga makanan tetap sehat.
 
"Jemaah juga sebaiknya perlu menghindari makan makanan manis dan goreng-gorengan, dan minum air dingin. Karena makanan dan minuman itu dapat melemahkan daya tahan tubuh," saran dokter dari Depertemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) ini.

Baca tentang

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X