Kompas.com - 23/05/2014, 15:59 WIB
Bajaj melintas di depan lukisan dinding berisi pesan bahaya narkoba di Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2013). KOMPAS / AGUS SUSANTOBajaj melintas di depan lukisan dinding berisi pesan bahaya narkoba di Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2013).
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com —
Pada pagi yang belum terlalu ramai, pejalan kaki sontak berpaling saat suara cempreng yang khas keluar dari knalpot bajaj Suyono (50). Suara yang memekakkan telinga itu cukup mendominasi bisingnya jalanan, persis di depan Blok A Tanah Abang, Jakarta, awal bulan lalu.

Sejak 1989, lebih kurang setengah dari hidupnya, Suyono telah melakoni profesi sebagai sopir bajaj. Selama itu pula, ia mengaku tidak terlalu mengalami masalah terkait pendengaran akibat suara bajajnya. Namun, saat ditanya, ia beberapa kali meminta agar pertanyaan diulang. ”Saya, sih, tidak terlalu, Mas,” katanya. ”Tetapi, teman-teman saya banyak yang tuli, tuh. Suara bajaj saya tidak terlalu besar, kan?” tanya Suyono.

Saat diukur dengan aplikasi dB-Meter (aplikasi pengukur intensitas suara yang diunduh di telepon seluler), tingkat suara bajaj Suyono berkisar 82-89 desibel. Tingkat suara tersebut tergantung kecepatan kendaraan dan seberapa sering klakson digunakan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja 1999 tentang Batas Intensitas dan Lama Pajanan Suara (lama mendengar suara), intensitas suara di atas hanya dapat didengar dalam rentang waktu empat jam per hari. Sebagai perbandingan, suara yang nyaman didengar adalah 30-50 dB atau seperti suara orang sedang bercakap.

Namun, suara di bajaj Suyono masih kalah jauh dibandingkan dengan suara di perempatan jalan besar atau di titik-titik kemacetan, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Pagi hari di perempatan Slipi Petamburan, misalnya. Catatan aplikasi pengukur ini selama tiga puluh menit tidak pernah berada di bawah angka 90 db.

Bahkan, saat suara dari knalpot, mesin, dan klakson puluhan kendaraan terdengar bersamaan, angka yang tercatat mencapai 103 dB. Kurang 17 tingkat menyamai deru pesawat saat lepas landas (120-130 dB) yang lama durasi pajanannya tidak boleh lebih dari 15 menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka-angka ini hampir sama dengan catatan intensitas suara di sekitar Jalan MH Thamrin, seperti di Bundaran Hotel Indonesia yang menunjukkan angka 91-102 dB.

Windy (27), yang setiap hari pergi pulang Slipi-Pluit, mengatakan, saat berada dalam situasi bising yang sangat mengganggu seperti itu, ia berusaha mengalihkan kekesalannya dengan permainan di gadget.

Hal yang sama dirasakan Marsya Violeta (22), karyawan swasta di daerah Pondok Indah. ”Saya kadang marah-marah sendiri. Gak tahu lagi mau ngapain kalau sudah macet dan bising. Paling dengar musik pake earphone,” ujar Marsya yang setiap hari menempuh perjalanan 1,5-2 jam dari rumahnya di Bekasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.