Kompas.com - 30/07/2014, 14:12 WIB
Ilustrasi pemeriksaan darah shutterstockIlustrasi pemeriksaan darah
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Mengetahui apakah kita berisiko menderita kanker atau tidak kelak akan semudah memeriksa golongan darah. Para peneliti dari Inggris menyebutkan, mereka sedang mengembangkan tes darah "universal" untuk mendeteksi kanker.

Sejauh ini, tes yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Bradford ini cukup sensitif pada genome limfosit pada pasien yang kanker kulit melanoma, kanker paru, dan kanker kolon. Mereka mengklaim tes ini bisa mengenali kondisi prakanker dengan akurasi tinggi.

Tes ini menggunakan panjang gelombang spesifik terhadap sinar ultraviolet untuk mengukur kerusakan sel darah putih, yang merupakan pertanda infeksi.

"Sel darah putih adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh alami. Kita bisa mengetahui jika merasa sedang melawan kanker atau penyakit lain. Karena itu kami mencoba mengeksposnya dengan sinar UVA untuk mengetahui kerusakannya," kata Diana Anderson, peneliti.

Anderson dan timnya mengambil contoh sel darah putih 208 individu, termasuk pasien kanker, pasien dengan kondisi prakanker, dan orang sehat. Kemudian sel darah putih itu dipaparkan ke sinar UVA. Ternyata para peneliti bisa melihat perbedaan kerusakan jelas antara sel kanker dengan sel sehat.

"Kami menemukan bahwa orang yang menderita kanker memiliki DNA yang gampang rusak karena sinar ultraviolet dibanding orang yang sehat. Sehingga alat uji ini menunjukkan sensitivitas kerusakan DNA pada sel," paparnya.

Tes darah ini memang baru pada tahap awal dan tim peneliti masih mengembangkannya untuk berbagai tipe kanker lainnya. Meski begitu, penggunaan sinar ultraviolet cukup menunjukkan sebagai alat pendeteksi kanker karena murah dan bersifat invasif.

Pengujian lebih lanjut terhadap populasi yang lebih luas juga diperlukan untuk mengetahui apakah alat deteksi tersebut benar-benar bisa dipakai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.