Kompas.com - 26/09/2014, 11:24 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Hingga saat ini, baru satu orang yang dinyatakan sembuh dari HIV. Ia adalah Timothy Ray Brown yang juga dikenal sebagai pasien Berlin. Namun para ahli belum mengetahui mengapa terapi tersebut bisa menyembuhkannya.

Dalam eksperimen terbaru yang dilakukan terhadap monyet, diketahui adanya mutasi genetik yang langka pada orang yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Hal tersebut diduga menjadi kunci mengapa Brown bisa sembuh.

Virus HIV yang diidap Brown dinyatakan hilang pada tahun 2007 setelah ia menjalani pengobatan leukemia di Jerman. Dalam terapi tersebut, Brown pertama-tama menjalani radiasi untuk membunuh sel kanker dan mendapatkan pencangkokan sumsum tulang belakang. Donor tersebut berasal dari orang yang sehat sehingga bisa menciptkan sel darah baru.

Setelah terapi tersebut, bukan hanya leukemia Brown yang sembuh, tapi level HIV dalam tubuhnya tidak terdeteksi lagi. Sejak saat itu Brown tak lagi mengonsumsi obat HIV.

Selain karena faktor mutasi genetik pada sumsum tulang belakang yang dicangkokkan, para ahli menduga terapi radiasi juga membunuh semua sel yang mengandung HIV.

Kemungkinan lainnya adalah sel imun yang baru (yang diproduksi oleh sel sumsum tulang belakang yang dicangkokkan) telah menyerang sel milik Brown. Maka sisa virus HIV yang masih bertahan dari radiasi juga ikut dilawan.

Studi lanjutan

Untuk menyibak misteri tersebut, Dr.Guido Silvestri, ahli patologi dari Universitas Atlanta, melakukan penelitian terhadap tiga monyet yang mendapatkan terapi sama persis dengan Brown.

Monyet dalam penelitian ini diinfeksi Simian-Human Immunodeficiency Virus (SHIV), jenis virus yang sama yang menyebabkan penyakit mirip AIDS pada binatang. Monyet tersebut diberikan obat HIV selama beberapa waktu agar menyerupai pasien HIV. Kemudian mereka menjalani terapi radiasi dan mendapatkan pencangkokan sumsum tulang belakang yang berasal dari sumsum tulang mereka sendiri sebelum terinfeksi SHIV.

Hasilnya, radiasi berhasil membunuh sel darah dan sel imun pada hewan tersebut, termasuk sel T-CD4 hingga 99 persen. Hasil ini membuka peluang bahwa radiasi mungkin menjadi jawaban.

Namun setelah pencangkokan tulang belakang dan pemberian obat ARV dihentikan, ternyata jumlah virus HIV-nya kembali lagi pada ketiga monyet tersebut.

Hasil penelitian ini juga bisa menjelaskan bahwa terapi radiasi mungkin bisa menurunkan level HIV, tetapi tidak cukup untuk membersihkan seluruh virus ini dari tubuh.
Pada kasus Brown, faktor mutasi genetik dari sumsum tulang belakang atau faktor sel-sel imun yang baru menyerang sel yang lama juga berperan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.