Kompas.com - 13/11/2014, 10:00 WIB
Warga Desa Lainungen, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menyerbu bak penampungan air yang hanya berisi air keruh demi kebutuhan sehari-hari. Selama dua bulan terakhir krisis air bersih melanda desa itu. Kompas. Com/Suddim SyamsuddinWarga Desa Lainungen, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menyerbu bak penampungan air yang hanya berisi air keruh demi kebutuhan sehari-hari. Selama dua bulan terakhir krisis air bersih melanda desa itu.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com
- Masalah sanitasi di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Sanitasi yang buruk dan air minum yang tidak higenis bisa mempengaruhi kesehatan, khususnya pada anak-anak. Mereka menjadi rentan terkena penyakit seperti diare, polio, pneumonia, hingga penyakit kulit. Gangguan kesehatan ini juga lah yang paling banyak merengut nyawa anak-anak.

Tak perlu jauh-jauh melihat ke daerah terpencil, di kota Jakarta pun masih banyak sanitasi yang kurang layak. Berdasarkan catatan Joint Monitoring WHO/UNICEF (2010), lebih dari 63 juta orang buang air besar tidak pada tempatnya dan 46 rumah tangga belum memiliki fasilitas jamban yang memadai.

Dalam acara peluncuran Unilever Project Sunlight, musisi Agustinus Gusti Nugroho atau yang akrab disapa Nugie menceritakan pengalamannya menemukan sanitasi yang kurang layak di sekitarnya.

"Maaf, di beberapa gedung-gedung pemerintahan saja kita bisa lihat sanitasi yang kurang baik. Toilet kurang bersih," kata Nugie, di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Demikian pula dikatakan artis Mona Ratuliu. Ia terpaksa harus menahan buang air jika mendapati kamar mandi atau toilet yang kurang bersih. Masalah sanitasi ini pun menjadi perhatian khusus seorang remaja, Dira Noveriani (17). Di sela-sela aktivitasnya sebagai relawan pengajar, Dira mengajarkan pola hidup sehat kepada sekelompok anak-anak jalanan di kawasan Jakarta TImur.

"Dari April 2014, saya sukarela mengajar anak-anak jalanan. Saya tak hanya mengajar Bahasa Inggris, tetapi juga bagaimana gaya hidup sehat, seperti cuci tangan pakai sabun sebelum makan," terang Dira dalam acara yang sama.

Dira menceritakan, untuk mengedukasi anak-anak mengenai pola hidup sehat tak semulus yang dibayangkan. Menurut Dira, orangtua di kalangan menengah ke bawah belum bisa mendukung sepenuhnya masalah kebersihan di lingkungan tempat tinggal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait masalah sanitasi ini, Dira pun dipilih dalam Project Sunlight  sebagai pemimpin masa depan dari Indonesia untuk menyampaikan gagasannya.  Menurut Dira, anak-anak merupakan genarasi penerus bangsa. Untuk mewujudkan cita-cita, anak-anak pun harus tumbuh sehat. Tema Project Sunlight sendiri adalah Dukung Masa Depan Sehat.

"Melihat kepedulian Dira yang begitu besar, Unilever melalui Project Sunlight akan mewujudkan mimpi Dira untuk membantu memperbaiki sanitasi di sekolah-sekolah yang ada di lima kota besar di Indonesia," ujar Head of Corporate Communication PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto.

Dipaparkan dalam acara tersebut bahwa di Indonesia lebih dari 40 juta orang masih minim mendapatkan akses untuk sumber air bersih dan lebih dari 110 juta penduduk tidak memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Dengan hanya 2 persen akses sistem pembuangan air dan kotoran di area perkotaan, ini adalah salah satu yang terendah di dunia dan di antara negara berpenghasilan menengah.

Sanitasi dan air bersih pun masuk dalam tujuan Millenium Development Goals (MDG's). Data terakhir, masalah sanitasi di Indonesia berada pada posisi 55,6 persen dari target MDG's tahun 2015 sebesar 62,41 persen. Sedangkan untuk target MDGs masalah air minum, Indonesia baru mencapai 42,76 persen dari target MDGs 68,8 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.