Kompas.com - 16/12/2014, 14:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seolah serangan sakit kepala sebelah alias migren bukan hal yang buruk, menurut penelitian teranyar, jika kita sering mengalami migren maka risiko mengalami kelumpuhan pada wajah meningkat dua kali lipat.

Setelah mengikuti riwayat pada lebih  dari 100.000 orang, yang sebagian besar dari mereka adalah penderita migrain, tim peneliti Taiwan menemukan peningkatan gangguan sistem saraf yang disebut dengan bells palsy.

Bells palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah), yang menyebabkan kelumpuhan otot-otot pada salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris dan tampak melorot atau mencong. Penulis menjelaskan risiko ini terjadi hampir dua kali lipat pada penderita migrain.

Namun, tim peneliti mengatakan belum ada penjelasan bagaimana migrain dan Bells Palsy saling terkait, meskipun begitu mereka menduga bahwa peradangan, masalah jantung, atau aliran darah merupakan masalah yang bisa menghubungkan keduanya.

Sayangnya, penderita migrain juga lebih mungkin untuk mengidap beberapa kondisi kesehatan serius lainnya, seperti:

- Depresi

Penderita migrain, khususnya perempuan, cenderung mengalami depresi dibanding dengan yang bukan penderita. Faktanya, sakit kepala parah akan membuat suasana hati seseorang menjadi lebih asam. Namun hubungan antara depresi dan sakit kepala berjalan dua arah. Depresi berperan besar juga pada terjadinya sakit kepala.

- Parkinson

Jika migrain Anda disertai dengan aura (kilatan cahaya atau benda-benda terlihat melayang), risiko terkena penyakit Parkinson bisa terjadi lebih dari dua kali lipat. Hal itu ditunjukkan dalam penelitian di Universitas Bethesda, MD.

Sementara penyebab sakit kepala migrain masih diperdebatkan, para peneliti mengatakan masalah pada dopamin neurotransmitter mungkin yang berperan.

- Penyakit jantung dan stroke

Studi Neurologi lain menghubungkan migrain dengan peningkatan risiko baik penyakit jantung dan stroke. Sekali lagi, hubungan yang sangat kuat terjadi diantara perempuan yang mengalami migrain disertai dengan lingkaran cahaya. (Risiko Anda terhadap stroke naik hingga 400% jika Anda memiliki migrain dengan lingkaran cahaya, studi ini menemukan).  Ketiga kondisi tersebut tampaknya terkait dengan perubahan dalam aliran darah.  (Eva Erviana)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X