Kompas.com - 23/12/2014, 15:59 WIB
(Kiri-kanan) DY Suharya dan Dian Purnomo meluncurkan buku Ketika Ibu Melupakanku di Toko Buku Kinokuniya, Jakarta,Senin (22/12/2014). Buku ini berdasarkan kisah nyata seorang DY yang memiliki ibu menderita alzheimer. Dian Maharani(Kiri-kanan) DY Suharya dan Dian Purnomo meluncurkan buku Ketika Ibu Melupakanku di Toko Buku Kinokuniya, Jakarta,Senin (22/12/2014). Buku ini berdasarkan kisah nyata seorang DY yang memiliki ibu menderita alzheimer.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seandainya aku tahu bahwa Mama tidak benar-benar menjadi dirinya saat itu. Seandainya aku tahu bahwa kemarahan Mama yang meluap-luap, kesulitannya mengontrol emosi, semata-mata hanyalah gejala demensia yang sudah mulai muncul, mestinya aku tidak akan memperlakukan mama seperti itu.

Demikian cerita DY Suharya (42) dalam bukunya "Ketika Ibu Melupakanku". Ketidaktahuan akan penyakit alzheimer membuat DY menjauh dari ibunya Tien Suhertini (80). Ia lebih senang tinggal di luar negeri daripada rumahnya di Jakarta.

Saat itu, Tien memang sering membesar-besarkan masalah kecil. Tien juga menuduh sopir dan pembantu rumah tangga di rumahnya mencuri. Padahal sebelumnya, Tien tak pernah berperilaku seperti itu.

Seandainya DY dan keluarga tahu bahwa yang dialami Tien merupakan gejala alzheimer, ia akan mengajak ibunda tercinta untuk jalan-jalan ke luar rumah dan tidak berdiam diri di kamar. DY juga akan mengajak ibunya melakukan kegiatan sosial di hari tua.

Penyakit alzheimer kini membuat Tien tak ingat lagi suami dan anak-anaknya. DY pun tak ingin banyak keluarga yang senasib dengan dirinya. DY berpesan untuk tidak menganggap enteng perubahan perilaku pada orangtua. Jika tidak ada penanganan dan deteksi dini, alzheimer bisa semakin parah seperti yang dialami Tien.

"Jangan anggap enteng perilaku aneh orangtua atau bahkan kita sendiri," imbuh DY dalam acara peluncuran bukunya di Toko Buku Kunokuniya, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Tien kini berubah menjadi seperi bayi. Alzheimer tak hanya membuat daya ingat seseorang menurun, tetapi kemampuan mental terganggu. Kini, DY dan kakak-kakanya bergantian merawat seorang ibu yang pernah membesarkan mereka sejak kecil. Mereka merawatnya penuh kasih sayang meski sang ibu tak lagi ingat suami dan anak-anaknya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.