Kompas.com - 10/01/2015, 18:40 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kondisi vagina yang kering merupakan salah satu problem seks yang banyak dikeluhkan wanita. Walau kekeringan di organ intim ini biasanya merupakan gejala menopause, tapi nyatanya banyak juga wanita muda yang mengalaminya.

Vagina yang terlalu kering bisa membuat acara bercinta menjadi tidak nyaman bahkan menyebabkan nyeri seperti terbakar. Lagi pula, pelumasan di area ini bisa menjaga kesehatan jaringan dan mencegah infeksi.

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa daerah V wanita bisa mengalami kekeringan.

- Perlu lebih banyak rangsangan
Di adegan film romantis kita akan menyaksikan pasangan yang berciuman mesra lalu beralih ke hubungan seksual dalam waktu 30 detik. Di dunia nyata, kebanyakan wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk sesi pemanasan sebelum mereka cukup lubrikasi untuk penetrasi.

- Stres
Stres memang jadi penyebab banyak masalah kesehatan, tak terkecuali kondisi vagina yang kering. Meski tidak membunuh libido, tapi perasaan cemas dan tertekan bisa menyebabkan seseorang sulit terangsang.

- Mengonsumsi obat flu
Obat-obatan untuk mengobati flu dan juga alergi biasanya mengandung antihistamin yang membuat membran mukus di hidung kering. Sayangnya obat ini memiliki efek samping yang sama di organ intim. Memang tak semua wanita mengalaminya, tapi kondisi ini hanya berlangsung sementara. Begitu obatnya dihentikan, vagina bisa kembali lembab.

- Pil kontrasepsi
Salah satu efek samping dari kontrasepsi pil adalah berkurangnya lubrikasi vagina. Biasanya efek ini akan bertahan selama beberapa bulan. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan menggunakan lubrikan berbahan dasar air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

- Baru melahirkan
Melahirkan dan juga menyusui bisa berpengaruh pada kehidupan seksual Anda, misalnya saja menurunkan level hormon estrogen yang salah satu fungsinya adalah menjaga lubrikasi vagina. Beberapa bulan setelah melahirkan, saat siklus menstruasi kembali normal, biasanya kekeringan tersebut akan berakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.