Kompas.com - 12/01/2015, 10:38 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Beberapa orang menganggap keren jika ia memiliki daftar makanan apa saja yang harus dihindari. Makin panjang daftarnya, makin pintarlah ia merasa. Untuk makanan kemasan hal ini memang benar, tapi tidak untuk makanan alami. Makin bervariasi yang kita asup justru makin baik.

Alan Christianson, dokter naturopati, mengatakan, pola makan yang terlalu membatasi bahan makanan tertentu justru bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi, membuat saluran pencernaan lemah, serta menyebabkan stres emosional.

Kelompok kacang-kacangan juga sering sengaja dihindari karena takut alergi dan kandungan lemaknya. Padahal, penelitian menunjukkan manfaat kacang-kacangan, seperti
menghambat penuaan, tinggi antiokidan, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan energi, serta menurunkan nafsu makan.

Jika Anda memilih untuk tidak mengkonsumsi kacang-kacangan, pertimbangkanlah kembali. Berikut adalah penjelasan mengapa sebaiknya kacang rutin kita konsumsi.

- Memperlambat penuaan dini
Pernahkah Anda mendengar tentang red wine dan umur panjang orang Perancis? Ternyata bahan yang ditemukan dalam anggur, yang disebut resveratrol, mampu mencegah kerusakan DNA yang menyebabkan penuaan. Beberapa kacang memiliki resveratrol dalam jumlah yang sebanding dengan anggur. Kacang hitam dan lentil termasuk yang tertinggi.

- Tinggi antiokidan
Kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas bisa kita lihat di kulit, sistem kekebalan tubuh, dan otak. Anda mungkin tahu bahwa antioksidan dari makanan seperti blueberry, teh hijau, kunyit dan buah delima dapat membantu mencegah kerusakan ini.

Kacang-kacangan sebenarnya memiliki lebih banyak antioksidan dibanding makanan lain. Kacang-kacangan juga memiliki antioksidan unik yang dapat memblokir enzim, yang disebut α-glukosidase dan lipase pankreas, yang menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes. Kacang yang memiliki kandungan antioksidan tertinggi yaitu kacang hijau dan kacang aduki.

- Membantu menurunkan tekanan darah

Lebih dari delapan penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah memasukkan kacang-kacangan dalam pola makan bisa meningkatkan tekanan darah. Semua penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang secara signifikan menurunkan sistolik (angka atas) dan diastolik (bawah angka) tekanan darah. Jenis kacang-kacangan yang diteliti meliputi pinto, navy, nothern, kacang polong dan kacang hitam.

- Mencegah kanker

Kanker adalah penyakit mematikan kedua setelah jantung yang diderita orang dewasa. Jenis yang paling umum dari kanker yang menyerang orang dewasa diantaranya yaitu kanker payudara, hati, usus, prostat dan lambung. Tidak hanya kacang saja yang secara ampuh mampu mengurangi risiko semua jenis kanker,  tetapi ekstrak dari kacang-kacangan, yang disebut IP6,  menurut suatu penelitian juga mampu sebagai obat untuk memerangi kanker.

- Membantu turunkan kolesterol

Menambahkan sesedikit satu porsi kacang-kacangan setiap harinya dapat menurunkan LDL-C (lemak jahat) berbahaya yang cukup untuk mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen.

-  Mengurasi rasa ingin makan
Pernah berjuang untuk melawan  keinginan mengkonsumsi makanan manis atau camilan? Kacang-kacangan mampu membantu Anda mengurangi ketagihan dan membuat Anda untuk lebih memilih makanan yang jauh lebih sehat.

- Meningkatkan energi dan menurunkan berat badan

Dalam studi terbaru, sebanyak 35 pria obesitas yang secara acak diminta menjalankan salah satu dari empat diet selama delapan minggu, salah satunya adalah tinggi kacang-kacangan. Berat badan mereka, komposisi tubuh, kadar kolesterol dan tingkat metabolisme semua diukur sebelum dan setelah perubahan diet.

Kelompok yang menjalankan diet tinggi kacang-kacangan mengalami perbaikan dalam hal kesehatannya, seperti kehilangan sebagian besar lemak, nilai kolesterol yang turun, tekanan darah turun, sementara energi meningkat.

- Memperbaiki flora usus

Anda mungkin tahu bagaimana bakteri baik  penting untuk fungsi kekebalan tubuh, perbaikan kulit dan proses pencernaan. Organisme ini membantu menghasilkan lemak rantai pendek yang menyembuhkan lapisan usus dan menurunkan risiko kanker di usus besar.

Beberapa makanan yang memiliki lemak rantai pendek diantaranya yaitu kelapa dan mentega. Namun, sebagian besar, seperti butirat, asetat dan propionat, yang dibuat oleh bakteri usus, ditemukan pada jenis serat yang terdapat dalam kacang-kacangan.

- Membunuh jamur

Makanan olahan, antibiotik, kontrasepsi oral dan stres, dapat menyebabkan jamur pada usus. Jamur memberikan pengaruh buruk karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat racun yang meningkatkan peradangan. Senyawa yang ditemukan di kacang telah terbukti dapat membunuh jamur dan mencegah infeksi jamur.  (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.