Kompas.com - 19/01/2015, 07:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Nyeri akibat sakit pada persendian seringkali tak terhankan. Karena itu orang yang menderita nyeri selalu mengandalkan pil pereda nyeri, misalnya asetaminopen. Sayangnya, obat-obatan semacam itu tak banyak membantu.

Penelitian terbaru mengenai cara yang harus dilakukan saat nyeri lutut kumat menghasilkan beberapa hal yang mengejutkan. Terapi yang sering disarankan mungkin tidak banyak membantu, bahkan suntikan plasebo yang berasal dari air garam justru menurunkan rasa nyeri dibandingkan pil apapun.

Dr. Raveendhara Bannuru dan rekan-rekannya di Tufts Medical Center di dekat Boston melihat ribuan studi tentang berbagai bentuk perawatan untuk masalah nyeri lutut, dari asetaminopen - bahan aktif dalam obat pereda nyeri Tylenol - ibuprofen, sampai suntikan steroid.

Menemukan kebenaran ilmiah terkadang sangat rumit. Terlebih tak banyak keuntungan bagi perusahaan obat untuk menguji jenis obat generik, obat-obatan seperti naproxen, dan juga  jenis suntikan steroid generik seperti asam hyaluronic, semacam pelumas sendi.

Studi yang dipimpin Bannuru ini menganalisa 137 studi yang melibatkan 33.000 orang yang memenuhi beberapa kriteria. Studi ini bersifat acak buta yang berarti para dokter tidak tahu pengobatan mana yang didapat oleh pasien setelah evaluasi rasa nyeri, kekakuan dan jangkauan gerak.

Terapi yang jadi bahan perbandingan adalah pengobatan  plasebo (obat kosong yang tak punya zat aktif) berupa pil atau injeksi.

Hasilnya mengejutkan. "Semua jenis perawatan kecuali pemberian obat pereda rasa nyeri menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan dari rasa sakit yang diderita di awal.", tulis para peneliti dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Selain itu, obat celecoxib yang dijual dengan nama Celebrex juga tak lebih baik daripada asetaminopen. Bahkan, suntikan air garam bekerja lebih baik daripada pil, meski memang tak sebaik suntikan steorid atau pelumas sendi.

Hal ini mungkin karena efek plasebo super, atau mungkin menyuntikkan cairan apapun ke lutut, yang disebut viscosupplementation, memang akan memberikan penawar nyeri sementara.

Temuan ini tentu mengejutkan karena di pasar global obat-obatan pereda nyeri dan juga glukosamin menghasilkan banyak uang bagi perusahaan farmasi. Risiko penyakit peradangan sendi dan nyeri lulut memang meningkat pada orang yang berusia lebih dari 45 tahun.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber MSNBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.