Kompas.com - 20/01/2015, 11:26 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kaum wanita memang identik dengan perasaan yang lembut dan gampang terharu. Pada banyak momen, bukan hanya kesedihan tapi juga membahagiakan, wanita lebih mudah mengeluarkan air mata.

Wanita dan air mata sering dianggap sebagai sahabat baik yang sulit terpisahkan. Ternyata hal itu bukan hanya karena "cengeng", tapi ada alasannya mengapa kaum hawa lebih gampang menangis dibandingkan para pria.

Dalam penelitian yang dilakukan Vengerhoest, psikolog klinis, diketahui wanita menangis 30-64 kali dalam setahun. Sedangkan pria jauh lebih sedikit, hanya 6-17 kali. Ia melakukan survei terhadap lebih dari 5000 orang dewasa di belasan negara mengenai hal ini.

Para wanita juga menangis sekitar 6 menit setiap kalinya, sementara pria menangis selama 2-3 menit saja. Ada banyak alasan mengapa pria hanya menangis sebentar, terutama karena faktor sosial. Citra pria yang jantan memang tidak cocok jika harus mengeluarkan air mata terlalu lama.

Meski begitu, ternyata secara biologis pria memang dibentuk untuk meneteskan air mata hanya sedikit.

"Beberapa penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pria memiliki saluran air mata yang lebih besar di mata mereka, sehingga kecil kemungkinan untuk membuat air mata ke titik tumpah dari kelopak mata ke pipi," kata Geoffrey Goodfellow, seorang profesor di Illinois College of Optometry di Chicago.

Penelitian lain di tahun 1960 mengungkapkan, perempuan memang memiliki saluran air mata yang lebih pendek dan dangkal. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur tengkorak pria dan wanita.

Kondisi hormonal, terutama testosteron, juga akan menghambat keluarnya air mata. Seperti diketahui kadar testosteron dalam tubuh pria jauh lebih banyak dibanding wanita. Pada pasien laki-laki yang mengidap kanker prostat misalnya, akan lebih cenderung menjadi lebih emosional ketika diobati dengan obat yang menurunkan kadar testosteron mereka.

Tapi ini bukan hanya tentang testosteron. Kembali pada 1980-an, ahli biokimia, William Frey H. dan timnya menganalisis susunan kimiawi air mata emosional dan membandingkannya dengan air mata yang disebabkan oleh iritasi pada mata. Ternyata,  air mata emosional mengandung prolaktin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang berhubungan dengan emosi.

Wanita dewasa cenderung memiliki kadar prolaktin serum hampir 60 persen di atas rata-rata dari pria. Perbedaan ini secara keseluruhan menjelaskan mengapa wanita lebih sering menangis.

Sebelum pubertas, kadar serum prolaktin pada perempuan dan laki-laki sama, mungkin ini sebabnya tingkat menangis anak laki-laki dan perempuan tak banyak berbeda.  (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Shine
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.