Kompas.com - 10/02/2015, 07:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kapan pun Anda merasa sedang tak bersemangat, bertengkar dengan pasangan, atau pagi-pagi harus bersiap untuk pekerjaan yang tak terlalu Anda nikmati, biasanya kita akan sulit untuk tersenyum.

Padahal, seulas senyuman akan membuat kegembiraan muncul baik dari dalam mau pun luar diri Anda. Kekuatan terbesar ada pada senyum, selama Anda mau membaginya pada lingkungan.

Ada sebelas alasan mengapa tersenyum amat baik dilakukan, meskipun Anda merasa tak memerlukannya atau sedang dalam suasana hati yang buruk.

Memperbaiki suasana hati
Ekspresi wajah mampu bercerita lebih dari deretan kata-kata. Ini karena ekspresi memiliki kemampuan mempengaruhi suasana hati Anda. Emosi memang dihasilkan oleh otak, namun otot pada wajah yang akan menampilkan perasaannya. Penelitian terbaru membuktikan, dengan adanya peningkatan emosi positif melalui ekspresi wajah, suasana hati seseorang mulai menyelaraskan dengan apa yang ditunjukkan.

Senyum palsu juga bisa berpengaruh
Beberapa penelitian yakin bahwa manfaat senyum hanya bisa diperoleh dari ekspresi tulus rasa bahagia.  Tetapi, menurut sebuah studi, senyum yang dipaksa juga bisa membuat Anda gembira. Anda hanya perlu tersenyum dalam waktu singkat, walaupun Anda sulit mengusahakannya. Sedikit memaksakan untuk tersenyum, tak ada salahnya bukan?

Mengurangi stres
Dalam sebuah penelitian tahun 2012, sebanyak 170 orang diminta menahan sumpit di mulutnya dalam tiga formasi. Ketika para partisipan melakukannya, banyak di antara mereka tersenyum tanpa disadari setelah melakukan tugas yang berat. Penelitian itu menunjukkan, orang yang tersenyum paling lebar mengalami pengurangan substansial dalam denyut jantung dan pemulihan stres lebih cepat daripada yang tidak terlalu banyak berekspresi.

Senyum membuat Anda lebih mudah didekati
Ini sudah jelas. Bagaimana orang bisa memulai interaksi jika Anda tampak cemberut. Wajah yang dihiasi senyuman akan terlihat bersahabat dan lebih disukai. Penelitian terhadap karyawan juga menunjukkan, mereka yang tersenyum terlihat lebih kompeten.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tampak lebih terpercaya
Dari sisi psikologi, orang yang tersenyum terlihat lebih terpercaya daripada orang yang merengut atau tidak berekspresi. Dalam penelitian di Universitas Pittsburgh AS, peneliti menggali potensi hubungan antara tingkat daya tarik, intensitas senyum, dan tingkat kepercayaan dari model. Dari 45 model yang diteliti, terbukti makin lebar senyum seorang model, mereka makin terlihat lebih terpercaya.

Senyum melatih otak
Otak secara alami cenderung untuk berpikir negatif sebagai mekanisme pertahanan. Namun, senyum dapat membantu pikiran lebih positif. Menurut penulis "The Happines Advantage" Shawn Achor, dengan tersenyum setiap hari otak akan menciptakan kebahagiaan yang mampu mendorong pikiran positif. "Kebahagiaan adalah etos kerja. Hal itu diperlukan otak untuk berlatih," ujar Achor.

Senyum itu menular
Seringkah Anda melihat teman Anda membalas ketika Anda tersenyum? Ternyata hal itu ada penjelasannya. Menurut ahli neurosains Marco Iacoboni, manusia memiliki sesuatu yang disebut cermin neuron. Sel-sel premotor cortex dan inferior parietal cortex aktif ketika kita bertindak, serta saat menyaksikan orang lain melakukan sesuatu. Ketika tersenyum, cermin neuron menanggapinya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X