Kompas.com - 05/03/2015, 15:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tak sedikit orang yang mengalami alergi dengan kacang tanah. Namun, dibalik itu, kacang tanah nyatanya dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. 

Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil penelitian besar yang dilakukan di Amerika Serikat serta Tiongkok. Studi sebelumnya telah menghubungkan antara konsumsi kacang dengan risiko lebih rendah untuk penyakit jantung, diabetes, serta tekanan darah tinggi.

Nah, sekarang, menurut penulis studi Dr. Xiao-Ou Shu, profesor epidemiologi di Vanderbilt University School of Medicine, Nashville, "Kita dapat mengatakan bahwa kacang tanah sama baiknya dengan kacang dari pohon, yang lebih mahal. Dan manfaat tersebut tidak hanya bagi orang kulit putih, kelas atas saja, melainkan untuk semua orang."

Penelitian dilakukan terhadap 71.764 orang di Amerika Serikat bagian tenggara, kebanyakan berpendapatan rendah dan sekitar dua pertiganya adalah Amerika-Afrika, serta 134.265 penduduk Shanghai.

Mereka melihat rata-rata gram kacang tanah (termasuk selai kacang) dan kacang lainnya yang dikonsumsi per hari. Periset kemudian membaginya dalam lima kelompok mulai dari konsumsi rendah (kurang dari 0,95 gram) hingga tinggi (sekitar 18,45 gram). 

Partisipan dari Tiongkok mengonsumsi kacang sangat sedikit dibandingkan dengan orang Amerika. Secara umum, perempuan mengonsumsi lebih sedikit kacang daripada pria di kedua negara tersebut. Dengan rata-rata konsumsi kacang harian berkisar dari yang rendah 1,6 gram untuk perempuan Tiongkok hingga tinggi, yaitu 16,4 gram bagi pria kulit putih di AS bagian selatan. 

Bagi orang Amerika, risiko kematian dari setiap penyebab, 21 persen lebih rendah pada kelompok yang mengonsumsi kacang tanah paling banyak dibandingkan dengan yang makan sedikit. Sementara pada orang Tiongkok, penurunan risikonya adalah 17 persen. 


Kacang-kacangan serta kacang tanah menurunkan risiko kematian akibat stroke dan penyakit jantung pada kedua kelompok studi. Tetapi bukan risiko kematian akibat kanker atau diabetes. 
Hanya saja, selai kacang tanah tidak menekan risiko kematian.

"Kemungkinan,  karena mengandung gula maupun lemak hidrogenasi atau bahan tambahan lainnya yang meniadakan manfaatnya," ujar Dr. David Maron, direktur pencegahan kardiologi di Stanford University School of Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.