Kompas.com - 14/03/2015, 08:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jangan terlalu merasa bersalah tak bisa hidup tanpa kopi. Sebuah riset membuktikan senyawa yang umum ditemukan pada kopi membantu mencegah dampak obesitas.

Penelitian itu dilakukan di University of Georgia, AS. Mereka menemukan asam chlorogenik (CGA), senyawa dalam kopi membantu menurunkan resistensi insulin yang belakangan bakal menyebabkan penyakit diabetes tipe 2 pada tikus.

Senyawa itu juga menurunkan akumulasi lemak dalam hati tikus yang diberi makanan tinggi lemak. Sebagaimana diketahui, perlemakan di hati bakal menyebabkan terjadinya sirosis hati.

Sebenarnya kopi punya manfaat untuk kesehatan. Rutinitas minum kopi pernah dibuktikan menurunkan tingkat penyakit Parkinson's dan penyakit hati serta penurunan risiko kanker kulit. Minuman kopi pun membantu seorang atlet berolah raga lebih baik. Minum kopi juga membantu mencegah gangguan pendengaran tinitus yang menyebabkan telinga berdenging.

Penelitian baru soal kopi ini menyimpulkan senyawa spesifik dalam kopi yang mencegah penyakit-penyakit akibat obesitas. "Penelitian kami mengembangkan riset ini dengan melihat manfaat yang ada kaitannya dengan senyawa spesifik, yang banyak ditemukan pada kopi tetapi juga pada sayur dan buah seperti apel, pir, tomat dan blueberry," ujar pemimpin penelitian Yongjie Ma.

Meskipun sudah rutin minum kopi setiap hari, perlu diingat pula bahwa konsumsi kopi tak dapat menggantikan pola makan sehat dan olahraga. "Kami tak menyarankan masyarakat minum kopi untuk melindungi efek buruk dari gaya hidup tak sehat," ungkap Ma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.