Kompas.com - 02/04/2015, 10:24 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Parasetamol merupakan pereda nyeri yang biasa digunakan untie mengatasi simtom nyeri ringan hingga moderat. Mulai dari sakit kepala, menstruasi hingga sakit punggung atau flu. Meskipun menjadi penanganan yang direkomendasikan untuk nyeri punggung ataupun osteoartritis, nyatanya penggunaan parasetamol pada kasus tersebut tidak efektif.  

Peringatan tersebut muncul setelah para periset mengulas 13 uji klinis. Hasil ulasan yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menyebutkan obat ini tidak mengurangi disabilitas atau memperbaiki kualitas hidup. Malah sebaliknya, kelompok periset mewanti-wanti kalau obat tersebut dapat meningkatkan kemungkinan dari gangguan hati. 

 
Tim dari University of Sydney pun kemudian memeriksa data terhadap 13 unit obat dengan melibatkan lebih dari 5.000 pasien. Mereka menyimpulkan bahwa parasetamol tidak efektif dalam mengurangi nyeri punggung. Pada osteoartritis pinggul atau lutut, mereka menjumpai sedikit perbaikan dengan parasetamol. Tetapi efeknya sangat kecil. 
 
Parasetamol, dikatakan Gustavo Machado, salah satu periset, merupakan obat bebas yang digunakan sangat luas untuk kondisi muskuloskeletal. Karenanya, penting untuk mengulas rekomendasi penanganan dalam bukti baru ini. 
 
"Dalam penelitian kami, parasetamol untuk nyeri punggung bawah dan osteoartritis juga menunjukkan berkaitan dengan risiko lebih tinggi dari toksisitas hati pada pasien. Pasien, hampir empat kali lebih sering mengalami hasil abnormal untuk tes fungsi hati dibandingkan dengan yang mengonsumsi pil plasebo," urai Machado. 
 
Di sisi lain, Dr. Christian Mallen, dari Keele University, Inggris, mengatakan pilihan selain obat sebaiknya menjadi fondasi dari pengelolaan kondisi tersebut. Meski demikian, ketika keefektifan dari olah raga untuk osteoartritis dan nyeri punggung sudah terbentuk, faktanya, serapan dan ketaatan terhadap olah raga masih jelek.
 
Sementara itu, Jane Tadman dari Arthritis Research Inggris mengatakan, bahwa untuk beberapa waktu, parasetamol bisa tidak bekerja dengan baik bagi orang yang mengalami nyeri radang sendi berat. Tetapi beberapa orang menjumpai penggunaan obat tersebut membantu mereka dan memungkinkan mereka untuk tidur serta berolah raga dengan relatif nyaman. 
 
Aktivitas fisik mungkin saja menjadi cara yang lebih baik dan efektif untuk menjauhkan nyeri sendi daripada mengonsumsi pereda nyeri yang tersedia saat ini. 
 
Prof. Roger Knaggs, dari Royal Pharmaceutical Society, mengatakan ada obat-obatan lain seperti obat antiinflamasi non steroid dan opioid yang bisa menjadi pereda nyeri lebih baik. Namun, hal ini dihubungkan dengan serangkaian efek samping lain. 
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.